Judul : Mau deket Dia, tapi malu amal masih segini

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 25 Oktober 2018

Bismillah,

 

Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya dari jaraan para nabi terdahulu, jika tidak malu maka berbuatlah sesukamu

Malulah di bagian akhlaknya, maka akan terjaga. Karena malu merupakan warisan para nabi-nabi terdahulu (semua nabi mengajarkan budaya malu). Dengan malu, sesungguhnya akan mendorong dirinya untuk tidak melakukan perbuatan buruk atau meninggalakan perbuatan buruk.

Malu merupakan : Pemberitahuan / kabar hilangnya rasa malu aka melakukan mubah apa saja, kenapa bisa melakukan mubah? Karena tidak malu, sehingga dilakukanlah.

Ada dua macam rasa malu :

  • Rasa malu yang sudah ada dari lahir “Barang siapa yang malu maka dia akan bersembunyi dan dia akan terjaga” – Ummar bin Khattab.
  • Rasa malu setelah mengenal Allah, menjadi malu lewat mengaji. Pemalu yang positif : malu untuk mengerjakan kesalahan kepada Allah.
  1. Terdapat malu yang salah / berlebihan sehingga mampu menahan diri daru sesuatu yang perlu missal berbuat baik juga malu.
  2. Al Khayya’u, minal iman à Malu sebagian dari iman.
  3. Kelemahan dari malu : malu tidak pada tempatnya à selemah-lemahnya iman mengambil duri / sampah di jalan.
  4. Tidak sepantasnya seorang mukmin malu untuk berbuat kebaikan. Malu yang baik ada dua :
  • Malu sebagian dari iman sehingga sesorang enggan melakukan maksiat
  • Malu tidak memanfaatkan kesempatan kebaikan
  1. Buah dari rasa malu :
  • Mampu mengendalikan dari hal-hal yang buruk
  • Al-Waffa: menepati janji

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *