Judul : Membangun Sikap Optimis

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 29 Oktober 2018

Bismillah,

 

  • Orang yang beriman dan berilmu akan memiliki sikap optimis di dalam hidupnya. Karena dengan ilmu yang ia miliki, ia bisa menjadi sabar, ikhlas, bangkit, dan semangat à sehingga selalu optimis.
  • Sebagai contoh ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, kita tidak sepatutnya menjadi tidak optimis. Ketika kita memiliki pengetahuan tentang Surah Al-Baqarah ayat 216, tentu kita menjadi memiliki pikiran yang positif terhadap Allah, dan tentu saja pikiran tersebut membawa kita untuk tetap optimis dalam menghadapi keadaan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
  • Ilmu lah yang melahirkan sifat optimis.
  • Islam à sangat menganjurkan sikap optimis. Sebagai contoh jika punya mimpi dan cita-cita itu pasang setinggi-tingginya, jangan tanggung-tanggung, begitu juga ketika meminta surga, mintalah surga yang paling tinggi yaitu surga firdaus.

“Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

 

*sebagai informasi tambahan pintu surga itu ada 8 dan pintu neraka itu ada 7 à hal tersebut menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih besar dari murkanya

  • Harapan itu ada dua : Roja’ dan Roghbah.
  • Roja’ à Bentuk pengharapannya
  • Roghbah à Bentuk usaha dari pengharapan yang sudah kita tetapkan seperti pada ayat berikut ini.

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

 

*sebagai informasi tambahan, ada dua jenis golongan orang, yaitu pertama ialah orang yang mengedepankan harapan tetapi tidak ada rasa takut dan yang kedua ialah orang mengedepankan rasa takut dan tidak ada harapan. Sebagai orang yang optimis, maka antara harapan dan rasa takut harus seimbang.

*sebagai informasi tambahan Bentuk Roja’ ada tiga, dua diantaranya tercela. Pertama yang terpuji adalah berharap mendapatkan balasan berupa pahala atas segala perbuatan terpuji yang telah dilakukan.  Kedua yang tecela adalah orang yang suka berbuat maksiat kemudian minta ampun, dan setelah itu ia yakin Allah akan mengampuni dosanya. Ketiga yang tercela yaitu seseorang senantiasa berbuat maksiat terhadap Allah, kemudian tanpa ia memohon ampunan ia percaya Allah akan mengampuni dosa, ini adalah harapan yang tercela, hanya angan-angan.

 

  • Benar-benar merealisasikan harapan à ini yang disebut optimis.
  • Dua pondasi yang membangun optimis yaitu Roja’ dan Roghbah, tidak hanya harapan dan juga tidak hanya usaha.

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *