MISS 5 : Segunung Dosaku, Sebutir Debu Amalku

Judul : Segunung Dosaku, Sebutir Debu Amalku

Oleh : Ust. Muhammad Al-Hafizh

Tanggal : 19 Maret 2018

Bismillah,

Adam dan Hawa dikeluarkan dari surga karena melanggar satu perintah Allah yaitu dilarang memakan buah khuldi. Hal tersebut terjadi karena bisikian-bisikan iblis yang dendam terhadap Nabi Adam, karena iblis diusir dari surga akibat tidak bersedia sujud kepada Nabi Adam, sehingga iblis yang diusir oleh Allah dari surge merasa sangat dendam kepada Nabi Adam dan ingin Nabi Adam dan Hawa harus diusir juga dari surga.

  • Nabi Adam a.s. melanggar perintah Allah, tetapi setelah itu Nabi Adam bertaubat (300 tahun bertaubat hanya untuk satu dosa, bagaimana dengan kita???)
  • Berbeda dengan iblis yang tak mau bertaubat
  • Nabi Adam selama 300 tahun tidak pernah menengadah ke atas / langit karena malu atas satu dosa yang telah diperbuat.

Manusia itu sifatnya penuh dosa, namun sebaik-baiknya manusia masih mau bertaubat, jangan mau disamakan dengan iblis karena tidak mau bertaubat

Langkah-langkah dalam bertaubat :

  1. Menyadari bahwa kita banyak dosa
  • Jika poin ini tidak tertanam, maka taubat akan menjadi sulit.
  • Amal Sholeh seperti zakat, sedeka, puasa, dll belum tentu tercatat menjadi amal sholeh, karena terdapat faktor-faktor yang membuat amalan Sholeh tercatat menjadi amal yang tidak Sholeh. Sebagai contoh hari ini kita menolong orang, besok nya org tsb tidak mau menyapa kita,lalu kita bilang di dalam hati “nyesel saya bantuin dia,sombong sekali orang nya” sungguh perbuatan tsb membuat amalan Sholeh yaitu menolong org akan tercatat menjadi amalan yang tidak Sholeh
  • Jangan pernah merasa aman dari dosa sebab semua waktu kita memiliki potensi untuk melakukan dosa kecuali disaat kita tidur karena tidur merupakan waktu kita aman dari perbuatan dosa.
  1. Memohon ampun atas dosa-dosa sesegera mungkin dan perbanyak istighfar
  • Bersegeralah kepada ampunan Allah. Kita tidak tahu kapan kita mati, maka bersegeralah dalam bertaubat. Taubat saat nyawa sudah di kerongkongan tidak akan pernah diterima oleh Allah.
  1. Berdoa agar selalu istiqomah dan berdoa agar amalan jelek diganti dengan amalan yang baik
  • Iman itu naik turun, siapa yang bisa menyelamatkan kita dari kondisi ini? Hanya Allah SWT. Oleh karenanya na itu berdoalah pada Allah agar diistiqimahkan. Berdoa yang sabar jangan pendek-pendekz jangan terlalu umum, berdoa itu lebih baik didetailkan.
  1. Berdoa dengan penuh rasa penyesalan dengan menyebutkan kesalahan-kesalahan kita yang telah kita perbuat.
  2. Segala sesuatu yang berurusan dengan manusia, selesaikan segera. Seperti utang piutang dll
  3. Berdoa dengan merasakan panasnya taubat sebagaimana sejuknya ketika melakukan maksiat. Karena dulu kita rutin bermaksiat, namun sekarang rutin beramal
  4. Jangan berputus asa atas Rahmat Allah
  • Iblis dan setan akan datang pada orang yang suka berbuat maksiat dan membisikkan kepada mereka “dosamu terlalu banyak , tak akan diampuni”
  • seperti yang tercantum dalam Q.S. Az-Zumar : 53 yang artinya

Jangan berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh jenis dosa.”

  • Rahasiakan amal kita, seperti kita merahasiakan dosa kita.

Rekaman kajian juga bisa disimak di channel youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.
#SegunungDosakuSebutirDebu Amalku
#MISSKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 1 : Ya Allah Aku Sudah Tidak Mampu…

Judul : Ya Allah Aku Sudah Tidak Mampu…

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal : 15 Maret 2018

Bismillah,

Dalam Islam ada yang namanya perintah dan larangan dari Allah, dimana perintah dari-Nya harus kita laksanakan semaksimalnya dan dengan penuh mengharap ridho-Nya, sedangkan larangan-Nya harus kita jauhi. Islam sendiri membagi larangan Allah menjadi 2 yaitu  Haram dan Makhruh,

Larangan yang bersifat haram dalilnya jelas. Setan selalu mempengaruhi manusia agar terjerumus dalam larangan itu. Namun, manusia yang beriman akan berusaha menghindari larangan tersebut. Beberapa contoh dari larangan yang bersifat haram antara lain zina, khamr, riba, dan mencuri.

Larangan yang bersifat makruh dalilnya tidak menyatakan keharaman secara jelas, namun menuntun untuk kehati-hatian. Salah satu larangan yang bersifat makruh adalah memakan bawang mentah sebelum sholat. Hal ini boleh, namun baunya dapat mengganggu orang lain.

Keadaan terpaksa bisa menjadi sebab dibolehkannya larangan. Allah berfirman pada QS Al-Baqarah ayat 173 yang artinya :

 “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Adapun contoh kasusnya :

  • Jika dalam peperangan/menjadi tawanan, lalu disodorkan daging babi, dan saat itu dalam keadaan belum makan berhari-hari, maka dibolehkan memakannya. Namun jika ada pilihan lain yang lebih baik (halal) maka itu bukan termasuk terpaksa.
  • Memperlihatkan aurat pada saat diperiksa oleh dokter.
  • Tidak diterapkannya qishos.

 

Komitmen dalam perintah

Mematuhi aturan juga perintah Allah baik yang bersifat wajib (dalilnya jelas) misal sholat, puasa, zakat. Maupun yang bersifat sunnah misal sholat malam dan sholat dhuha.

Kesukaran akan mendatangkan kemudahan. Dalam QS Al-Insyiroh ayat 5-6 Allah SWT menyebutkan bahwa

sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Walaupun begitu sebuah kemudahan dalam kesulitanpun memiliki batasan-batasannya antara lain :

  • Kesulitan yang menyertai pelaksanaan kewajiban.
  • Kesulitan yang bukan merupakan karakter dari kewajiban.

Allah SWT berfirman pada QS Al-Baqarah ayat 286 yang artinya

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”

Untuk itu, bagian kewajiban yang mudah tidak boleh ditinggalkan. Menjauhi larangan harus senantiasa dilakukan karena itu mengikis kerusakan. Apabila kita mampu menjauhi larangan Allah, maka Allah akan memuliakan kita.

Mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendapatkan manfaat.

Penyebab hancurnya umat terdahulu adalah karena banyak bertanya sehingga menyebabkan perselisihan.

bisa juga nih lihat rekaman kajiannya di Channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.
#MelaksanakanSesuaiKemampuan
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

5 ALASAN MENGAPA KAMU HARUS TETAP SEMANGAT BESOK SENIN (versi KMT)

5 ALASAN MENGAPA KAMU HARUS TETAP SEMANGAT BESOK SENIN
(versi KMT)


Senin biasanya dianggap jadi hari paling malesin sedunia, apalagi kalau habis libur panjang. Padahal ada 5 alasan yang seharusnya bisa membuat kita semangat lagi buat kuliah besok. Apa aja tuh? Silakan lihat alasan-alasan di bawah ya…, alasan terakhir Bikin kamu tercengang!

1. Bertemu Teman

Ketika kembali ke kampus, kita bakal bertemu kembali dengan teman-teman kita. Biasanya kalau bersama-sama, kita akan lebih bersemangat untuk melakukan hal positif dan mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan. Lebih lagi kalau kamu bawa oleh-oleh buat dinikmati bersama, hehe …

2. Berbagi Kebahagiaan dengan Orang Lain

Selain itu, kita bakal bertemu lagi dengan orang-orang lainnya yang biasa kita temui di dunia perkuliahan; seperti dosen, ibu kost, mamang burjo, tukang ojek, Mbah Djiman, dan lain-lain.

Amalan paling mudah yang bisa kamu lakukan terhadap mereka adalah 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Meskipun sepele, siapa tahu kalau ternyata sikap baikmu membuat hari mereka lebih berwarna?

3. Berbakti Kepada Orang Tua

Kalau alasan kita nggak mau balik dari rumah karena ingin berbakti kepada orang tua, maka alasan itu kurang tepat. Bukannya dengan menuntut ilmu juga membuat orang tua bahagia? Pahalanya sama-sama besar, loh…

4. Masuk Kuliah = Jalan Menuju Surga

Selama niatnya benar, Insya Allah menuntut ilmu akan menuntun kita ke surga.
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no,2699)

5. Puasa Senin
Bagi sebagian orang, Puasa Senin di Jogja itu berarti banyak kesempatan. Dimana lagi bisa beramal sekaligus dapat gratis makanan di kajian terdekat atau P***su? Hehe…

Namun, tetap jadikan ridho Allah sebagai tujuan pertama kita.

.
.
.
#SemangatSenin
#SiyarIslam
#KMTX11
#BersamaMenujuKeshalihanPribadidanSosial
.
.
.
Stay tune with us :

Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

MISS 4 : Untungnya Menjadi Akademisi

Judul : Untungnya Menjadi Akademisi

Oleh : Ust. Abu Ayyub

Tanggal : 12 Maret 2018

Bismillah,

Seseorang apabila menuntut ilmu disarankan memahami ilmu tersebut 100% atau sudah memiliki hakekat ilmu tersebut. Pemahaman yang tidak tuntas jika dimisalkan hanya 80% (Dzon atau dugaan) apalagi kurang harus dijauhi karena sisanya (20%) bisa jadi menimbulkan dosa yang disebabkan oleh ketidaktahuan dan kesalahan dalam mengaplikasikan ilmu. Oleh karena itu, pemahaman dalam ilmu hendaknya harus dituntaskan.

Islam adalah ilmu itu sendiri karena dengan Islam manusia telah dikeluarkan dari kejahilan dan zaman kegelapan.  Lahirnya peradaban maju saat ini tidak lepas dari cendekiawan Islam pada zaman dahulu.

Menurut Imam Syafi’i : setiap ilmu selain Al-Qur’an, hadist dan ilmu pemahaman agama itu adalah kesibukan, artinya ilmu yang tidak ada dalam hal-hal yang disebutkan akan menjermuskan pada kesibukan tanpa kebermanfaatan

Hukum menuntut ilmu dalam islam itu wajib seperti yang telah dijelaskan oleh hadist berikut ini :
”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)

Prinsip menuntut ilmu agama antara lain menjadikan seseorang lebih mengenal Allah, Islam, dan Rosululloh SAW dan merupakan landasan penting untuk mempelajari ilmu yang lain.

Islam sangat mengapresiasi orang-orang berilmu seperti dalam Al-Qur`an surat Al-Mujaadilah ayat 11 : Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.

Oleh sebab itu, orang yang menuntut ilmu dari orang beriman akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT.

Keutamaan orang berilmu
1. Pewaris para nabi
Jalan hidupnya paling mirip Rasulullah saw. karena orang yang berilmu akan mempunyai empati kuat terhadap manusia sehingga memberi kemanfaatan kepada banyak orang.

“Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang telah mengambilnya, maka ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

2. Didoakan seluruh malaikat serta semua makhluk di langit dan di bumi

3. Lebih utama dari orang ahli ibadah
“Keutamaan orang alim atas ahli ibadah adalah seperti keutamaanku atas orang yang paling rendah dari kalian” (HR. Tirmidzi)

Satu orang berilmu akan mengalahkan jutaan orang walaupun orang tersebut merupakan orang yang ahli ibadah karena orang yang berilmu memberi manfaat kepada banyak orang sedangkan orang yang ahli dala ibadah akan memberi manfaat kepada dirinya sendiri.

6 Nasihat Imam Syafi’i
“Ilmu tidak bisa kita dapatkan kecuali dengan 6 cara:”
1. Kecerdasan (dzaka’)
Al-qur’an 30 juz berisi rahasia seluruh alam sehingga utuh kecerdasan untuk mempelajarinya
2. Kesungguhan (ijtihad)
Dalam menuntut ilmu perlu upaya yang kongkrit dan memiliki kesungguhan dalam hatinya.
3. Antusias (hirsh)
Ilmu tidak bisa di raih dengan jasad yang santai santai oleh sebab itu hendaknya memiliki antusias yang tinggi dalam menuntut ilmu.
4. Harta
Para ulama sampai menjual rumah untuk menuntut ilmu, hal tersebut diartikan bahwa ilmu harganya jauh lebih mahal dari harta fisik.
5. Dekat dengan ustadz
Belajar tentang agama hendaknya dengan bimbingan, apabila tidak maka dapat terjerumus dalam kebingungan karena multitafsir Al-Qur’an dan hadist
6. Waktu yang panjang (Thulu zaman)
Menuntut ilmu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu, jangan cepat merasa puas dengan ilmu yang didapat.

Ingat !
“Orang yang tidak mengamalkan ilmu, bagaikan pohon yang tidak berbuah”

Untuk itu, hendaknya ilmu yang sudah diraih dapat diamalkan dan memberika kebermanfaatan baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

 

bisa juga nih lihat rekaman kajiannya di Channel Youtube kami :

Jangan lupa dilike dan subscribe ya… :”))

.
.
.
#UntungnyaMenjadiAkademisi
#MajelisIlmuSeninSore
#KMTX11
#BersamaMenujuKeshalihanPribadidanSosial
.
.
.
Stay tune with us :

Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

MISS 3 : Perbaharui Niat

Judul : Perbaharui Niat

Oleh : Ust. Slamet Widodo

Tanggal : 5 Maret 2018

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya” (QS.Ath-Thalaq: 2-3).

Oleh karena itu, semua perbuatan yang  kita kerjakan harus kita niatkan untuk ibadah. Dalam melakukan perbuatan, hendaknya kita memohon kepada Allah  agar ditunjukkan jalan yang lurus.  Jalan yang lurus tersebut  dapat kita tempuh dengan mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan.

Untuk itu,  kita harus senantiasa meruqyah hati dan jiwa  dengan memperbaiki niat kita, agar segala urusan kita selalu dimudahkan Allah.

Umar mengatakan ada tiga tingkatan orang yang mendapatkan ilmu. Tiga tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.:

  1. Semakin sombong
  • Orang yang sombong adalah orang yang menolak kebenaran dan suka meremehkan orang lain.
  • Kita tidak boleh menyombongkan kelebihan yang kita miliki, justru dengan bertambahnya ilmu yang kita dapat seharusnya kita semakin bersikap tawadhu’.

 

  1. Semakin tawadhu’
  • Tingkatan kedua orang yang mendapatkan ilmu ialah ia semakin tawadhu’.
  • Orang berilmu yang tawadhu’ akan selalu bersikap santun, ramah, serta bijaksana dalam menentukan keputusan suatu perkara.

 

  1. Semakin merasa tidak tahu apa-apa
  • Tingkatan tertinggi orang yang mendapat ilmu ialah apabila mereka merasa tidak tahu apa-apa sehingga mereka akan terus mencari tahu.
  • Dengan ilmu mengenal Allah, kita akan semakin takut dengan hari akhir serta tidak ceroboh dalam menjalani hidup.Di dalam tubuh kita, ada segumpal darah (hati) yang diisi niat, niatkan untuk hal-hal bermanfaat, niatkan lillahita’ala.

Di dalam tubuh kita, ada segumpal darah, yakni qalbu (hati). Untuk itu, Hendaklah kita perbaiki hati dengan niat karena Allah untuk mengerjakan hal-hal bermanfaat.

 

bisa juga nih lihat rekaman kajiannya di Channel Youtube kami :

Jangan lupa dilike dan subscribe ya… :”))

.
.
.
#PerbaharuiNiat
#MajelisIlmuSeninSore
#KMTX11
#BersamaMenujuKeshalihanPribadidanSosial
.
.
.
Stay tune with us :

Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM