MISS 13: Amalan Ringan Berpahala Besar

Judul : Amalan Ringan Berpahala Besar

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 15 Oktober 2018

Bismillah,

 

Allah memberikan hidayah pada yang Ia kehendaki saja dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petnjuk
Kita tidak dapat menghitung nikmat Allah, dalam Surah An Nahl : 18

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukkan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kenapa Rasulullah mengajarkan doa keluar dari kamar mandi seperti itu? Dengan membaca “Ghufraanaka. Alhamdulillaahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii”

Arti dari doa tersebut adalah “Dengan mengharap ampunanMu, segala puji milik Allah yang telah menghilangkan kotoran dari badanku dan yang telah menyejahterakan.” Karena kita sering lalai untuk bersyukur.

Itu adalah Aaalan yang mudah, tetapi keutamaannya berlimpah atau berpahala besar. Apakah itu? Amalan ringan berkeutamaan besar :
1. Mengajar pada kebaikan.

1) Seperti sekadar untuk bilang “Ayo ngaji uy!”,
2) Share yg baik2 kemudian ada yangg mengikutinya.

Keutamaannya : sesungguhnya Allah, malaikat, penghuni langit, dan penghuni bumi bahkan semut, mereka bershalawat bagi orang-orang yang mengajarkan kebaikan

2. Bershalawat pada Rasulullah SAW.
Bilang Allahumma solli ala sayyidina Muhammad, “shallallahu alaihi wasallam” .
Keutamaan : Barang siapa yg bershalawat atasku dengan 1 shalawat, maka Allah akan bershalawat untuknya dgn 10 shalawat.
Ketika Allah bershalawat : Allah menyebut nama hamba-Nya di depan para malaikat-maliaikat-mNya.

3. Dzikir dengan menyebut : Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallhu akbar
Keutamaan : Sehari 100x, Allah akan memberikan ampunan meski dosa kita sebanyak buih di lautan.

4. Subhanallah wa bihamdihi
Ada 2 kalimat yg ringan, dicintai Ar rahman, dan berat di timbangan : Dzikir di atas.

5. Setelah solat baca ayat kursi
Keutamaan : Barang siapa yang baca ayat kursi di setiap setelah selesai salat, maka tidak ada sesuatupun yg dapat mencegahnya/menghalanginya utk masuk surga, kecuali kematian (HR. An-Nasai).

6. Berdoa setelah adzan
Keutamaan : Barang siapa yang bisa baca doa setelah adzan, maka baginya syafaatku (rasulullah) di hari akhir. Hari akhir itu mengerikan.

7. Jabat tangan dengan sesama muslim
Apabila seorang mukmin bertemu dengan mukmin lainnya, lantas dijabat tangannya, maka ketika dia sudah menjabat tangan temannya, akan berguguranlah dosa sebagaimana daun yang berguguran dari pohonnya.

8. Solat jenazah, ikut memakamkan
Keutamaan : Barang siapa yang bisa menyaksikan jenazah sampai dikubur, ikut solat juga, maka 2 qirath (2 gunung uhud).

9. Menangguhkan hutang
Keutamaan : Barang siapa menangguhkan orang yang sulit membayar utang, maka tiap harinya ia seperti bersedekah.

10. Doa masuk pasar : Laa Ilaaha Illallaah Wahdahu Laa Syariika Lah, Lahul-mulku Wa Lahul-Hamdu, Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai’in Qodiir.
Keutamaan : Allah akan tetapkan baginya satu juta kebaikan. Allah hapuskan sejuta keburukan, Allah tinggikan satu juta derajat.

KKN 9: Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Judul : Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Tanggal : 27 September 2018

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

 

Manusia sebagai khalifah di muka bumi. Semua makhluk diciptakan dengan tanggung jawab/amanahnya masing-masing. Tugas manusia sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah.

 

Pesan yang disampaikan Rasulullah:

  • Selalu melakukan kebaikan
  • Selalu berbuat baik kapanpun
  • Senantiasa bertaqwa kepada Allah dimanapun berada

 

Keutamaan Orang yang Bertaqwa

  1. Taqwa sumber kebaikan.

Tidak semua muslim pasti mukmin, karena orang yang mukmin akan mempercayai Allah dengan menaati Allah SWT

Maka dari itu, dengan bertaqwa seseorang akan mendapatkan kebaikan dan diberi balasan yang mulia. Orang yang bertaqwa (muttaqin) adalah orang yang sedang mencari jalan keselamatan berupa surga seluas langit dan bumi.

 

  1. Pencegah Segala Keburukan

Taqwa adalah pencegah keburukan, bila seseorang menemui kesulitan hal tersebut menjadi ujiannya untuk meningkatkan derajatnya di sisi Allah.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah:155)

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan pertolongan dari Allah.

Kita harus senantiasa beristighasah, yakni berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Doa dapat dikabulkan dengan 3 bentuk, yakni langsung dikabulkan, dalam bentuk lain, atau disimpan untuk diakhirat nanti.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rizqi dan jalan keluar

Rizqi yang didapat oleh orang yang bertaqwa bisa dalam berbagai macam bentuk, tidak hanya dalam bentuk materi saja.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapat perlindungan dari Allah

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu”

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rahmat, kasih dan sayang Allah SWT.

 

 

Hakikat Taqwa

-Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan tidak melakukan apapun yang dilarang Allah

-Orang yang bertaqwa selalu yakin bahwa Allah Maha Melihat sehingga tidak pernah berbuat dosa karena takut kepada Allah

-Orang yang bertaqwa menurut ahli salaf ialah orang yang bersyukur di setiap keadaan

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imran 102)

-Taqwa akan sempurna bila seseorang menjauhi perkara yang syubhat. Syubhat adalah ketidakjelasan antara perkara yg halal dan haram

Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya (HR. Bukhari dan Muslim)

-Imam Hasan Al Basri mengatakan orang yang bertaqwa akan selalu memiliki sikap taqwa sehingga dia meninggalkan hal yang sebenarnya halal karena takut dengan hal yang haram.

-Orang yang bertaqwa akan selalu memohon ampun kepada Allah dan ia akan berbuat baik kepada siapapun.

MISS 12: Kuliah-Kuliah Ngaji

Judul : Kuliah-Kuliah Ngaji

Tanggal : 17 September 2018

Oleh : Ust. Abdullah Nashir, Lc

Kuliah dan Ngaji itu sama-sama menuntut ilmu, dan srbelumnya kita harus tahu hukumnya menuntut ilmu adalah wajib. Selama kita masih hidup kita wajib menuntut ilmu.

Apa sih arti ilmu dalam firman Allah?

“Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan” (Q.S Thaha: 114)

Firman Allah Ta’ala (yang artinya), ’Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu’ mengandung dalil yang tegas tentang keutamaan ilmu. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala tidaklah memerintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta tambahan sesuatu kecuali (tambahan) ilmu.

Adapun yang dimaksud dengan (kata) ilmu di sini adalah ilmu syar’i (ilmu agama). Ilmu Syar’i adalah ilmu yang akan menjadikan seorang muslim yang terbebani syari’at mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan.

Mudahnya adalah yang dimaksud ilmu pengetahuan adalah ilmu agama, yang mana bermanfaat bagi kita dalam mengetahui apa apa yang Allah telah wajibkan kepada mukallaf.

Hukumnya yang fardhu ain itu ilmu syar’i (ibnu hajar said), karena ilmu itu banyak. Contohnya yaitu menuntut yang pertama adalah ilmu tentang ibadah dan berbuat baik. Kemudian terdapat ilmu ilmu lain yang hukumnya fardhu kifayah, contohnya ilmu teknik selama niat nya baik maka sah-sah saja.

 

Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menjelaskan ilmu apa saja yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Artinya, tidak boleh ada seorang muslim pun yang tidak mempelajarinya. Ilmu tersebut di antaranya:

  1. Ilmu tentang pokok-pokok keimanan, yaitu keimanan kepada Allah Ta’ala, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir.
  2.  Ilmu tentang syariat-syariat Islam. Di antara yang wajib adalah ilmu tentang hal-hal yang khusus dilakukan sebagai seorang hamba seperti ilmu tentang wudhu, shalat, puasa, haji, zakat. Kita wajib untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan ibadah-ibadah tersebut, misalnya tentang syarat, rukun dan pembatalnya. rukun itu harus ada di dalam diri kita karena tidak ada satu saja dalam diri kita maka tidak sah.
  3. Ilmu tentang lima hal yang diharamkan yang disepakati oleh para Rasul dan syariat sebelumnya. Kelima hal ini disebutkan dalam firman Allah Ta’ala,
  4. Ilmu yang berkaitan dengan interaksi yang terjadi antara seseorang dengan orang lain secara khusus (misalnya istri, anak, dan keluarga dekatnya) atau dengan orang lain secara umum.
    Akidah, tauhid harus dipelajari paling pertama. Jangan sampai kita melakukan ibadah itu tidak ada dasarnya, seperti menjalankan sholat tapi tidak mengimana rasul padahal rasul lah yang mengajarkan kita sholat.

Sebaik-baik ilmu adalah ilmu yang akan kita perbuat, jadi apabila mau sholat harus tau ilmu nya, mau dagang ya harus tau ilmu, jangan sampai kita melakukan sesuatu namun tidak tahu ilmunya, karena diterima tidak nya amalan kita oleh Allah adalah niat baik kita dan mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, itu artinya kita harus tau ilmunya agar sesuai dengan tuntunan Rasul.

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (Q.S Ar Rum: 7).

Diharamkan untuk kita jika kita hanya menuntut ilmu yang ada di dunia namun pngetahuan tentang akhirat kita lalaikan. Ilmu tentang akhirat itu bukan hanya untuk orang orang yang ada di pesantren sekolah islam dll yang terkhusus. Menuntut ilmu syar’i itu bukan sebuah pilihan melain kan kewajiban bagi kita sebagai seorang muslim.

Bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa menggabungkan menuntut ilmu agama dengan ilnu non agama?

Sebenarnya terkait cara itu tergantung dari pribadi kita masing-masing, hanya saja yang terpenting adalah :

  1. Bisa membagi waktu, apabila alasan kita tidak belajar ilmu agama dengan alasan tidak sempat maka perlu kita muhasabah diri kembali “benar tidak kita bener bener tidak sempat?” jangan sampai kita memang dibuat lalai dan terlena oleh nikmat waktu luang. Bagaimana kita bisa terbagi waktunya dengan baik? Bisa dibuatkan penjadwalan berdasarkan skala prioritas, jadwal yang telah kita buat bisa di pasang di depan layar hp.
  2. Kedua adalah meninggalkan apa-apa yang sia-sia.“Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya” (Al-Furqan ayat 72).Ayat tsb merupakan salah satu ayat tentang melewati sebuah kesia-siaan mereka hanya melewatinya saja dengan kemulian yaitu dengan meninggalkan hal tsb.
  3. Tidak boleh bagi kita untuk menunda-nunda. Al asr (demi waktu) waktu itu sangat penting, waktu itu sifatnya tidak bisa kembali dan waktu itu cepat berlalu, jadi kapan lagi kita belajar agama? Sesungguhnya hari ini ya hari ini, belum tentu besok bisa menjadi hari mu!!!!
  4. Sabar : sabar diatas pahala sabar diatas ketaatan itu salah satunya adalah menuntut ilmu. Sabar atas kemaksiat, seperti menolak apa apa yang sia-sia
    Sabar atas musibah. Bersabar dalam menuntut ilmu, karena ilmu tidak diperoleh dengan santai santai.

KKN 8 : Ojo Gampang Nesu, Selo Wae

Judul : Ojo Gampang Nesu, Selo Wae

Tanggal : 06 September 2018

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

 

Ada nasehat untuk Abu Darda agar masuk surga.

Janganlah kamu marah, maka bagimu surga

Kalimat “Janganlah kamu marah” bahkan diucapkan sampai 3x.

 

Hal tersebut merupakan nasehat yang baik, karena nasehat yang baik itu sederhana, padat, jelas, dan penuh makna.

Berikut ini keutamaan orang yang sabar dan menahan amarahnya.

  1.  Akhlakul Karimah

Sabar termasuk orang-orang yang dicintai Allah, seperti dalam Surat Al Baqarah:153

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Bersikaplah senantiasa Tawadu’, yakni rendah hati (mampu namun tidak menonjolkan) bukan rendah diri.

Selain itu, marilah kita juga mencintai sesama muslim, karena tidak beriman seseorang pada hari akhir sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.

Jadilah orang yang baik, yakni orang yang mengambil kebaikan dari siapapun, bahkan termasuk preman. Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan.

 

2.   Kerinduan Terhadap Surga

Orang-orang yang termasuk ke dalam para perindu surga ialag orang-orang yang akhlaknya sebagaimana akhlak nabi, sahabat, tabi’in serta orang yang tidak terbiasa untuk marah dan berusaha untuk tidak marah.

Rasulullah tidak marah jika beliau dicela. Tetapi marah apabila agama Allah dicela.

Apabila kita dicela, maka kita cukup bilang “Alhamdulillah, sudah memberi saya pahala”, tidak perlu celaan yang diterima dibalas.

Sebelum tidur, mintakan maaf untuk orang-orang yang sudah mendzalimi kita.

 

Menurut Imam Hasan Al-Basri,
1. Orang yang mampu menguasai dirinya ialah makan (mubah) tidak berlebihan.
2. Orang yang merasa takut mampu menjaga diri.
3. Orang yang mampu menjaga gejolak biasanya  mampu menjaga syahwatnya yang sudah memuncak karena takut kepada Allah.
4. Orang yang mampu menjaga dirinya ketika marah akan sabar. Orang yang marah adalah orang yang lemah sedangkan orang yang sabar adalah orang yang kuat.

 

Sebab-sebab bangkitnya amarah
1. Kesombongan
Seringkali bila seseorang merasa lebih baik, shaleh, dan sebagainya akan marah bila ada orang lain yang melebihi dirinya. Oleh karena itu, mari kita jauhkan sifat sombong, senantiasalah rendah hati.

2. Pelecehan/penghinaan
Celaan yang diterima atau diberikan kepada orang lain tentu akan menimbulkan amarah, dan mungkin saja dendam. Maka, jagalah lisan kita, jangan sampai kita menyakiti hati orang lain.

3. Debat
Orang yang menang dalam debat adalah orang yang mampu meninggalkan perdebatan itu, bukan yang pendapatnya paling benar.

 

Amarah dapat menimbulkan dampak jangka panjang, yakni timbulnya dendam dan iri diantara mereka yang belum bisa bersabar dan memaafkan. Jika kita marah, cepatlah beristigfar dan merenungi nas-nas yang ada di dalam Al-Qur’an salah satunya Ali Imran ayat 134, sebagai obat dari kemarahan.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

KKN 7 : Sempurnakanlah Lisanmu Kawan

Judul : Sempurnakanlah Lisanmu Kawan

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 30 Agustus 2018

Bismillah,

 

 

Orang yang jauh dari Allah adalah orang yang keras hatinya, orang yang banyak bicara biasanya akan cenderung menjadi orang yang sulit dinasehati dan biasanya akan keras hatinya sehingga akan jauh dari Allah

 

#1 Berbicara wajib dilakukan apabila diperlukan.

Berkata baik atau diam bukan berarti kita diam, melainkan bicara pada waktunya, bila diperlukan, khususnya terkait kebenaran atau amal ma’ruf nahi munkar.

Bila berkaitan untuk suatu kebenaran dengan alasan apapun, janganlah hanya diam. Apabila kita diam ibaratnya kita adalah sebagai setan bisu.

 

#2 Setiap ungkapan yang kita sampaikan atau katakan lewat lisan kita, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT

Rasulullah dalam semasa hidupnya lebih banyak mendengarkan daripada bicara, dan bila beliau sudah berbicara, apa yang beliau utarakan singkat, padat. dan jelas.

Coba kita renungkan, Mengapa kita diciptakan oleh Allah dengan dua telinga dan satu mulut? Karena kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara, belajar dari apa yang mereka dengar daripada berbicara asal-asalan.

 

#3 Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir yaitu orang yang memuliakan tetangganya dalam riwayat yang lain adalah berbuat baik pada tetangganya.

Berdarkan Surat An nisa ayat 36 disebut mengenai perintah untuk berperilaku baik kepada tetangga kita.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (Surat An-Nisa ayat 36)

 

#4 Orang yang aqidahnya benar adalah orang yang akhlaqnya juga benar.
Di dalam hubungan bermasyarakat itu ada kebutuhan dimana seseorang tersebut membutuhkan sosialisasi. Orang dikatakan baik apabila ia mau bersosialisasi dengan masyarakat.

Diantara tanda tanda sempurnanya iman seseorang adalah orang yang mampu membatasi perkataannya. Mampu memilih dan memilah perkataannya. Mampu berkata yang baik-baik saja. Orang yang sempurna imannya adalah orang yang mampu menjaga lisan nya dan juga pendengarannya