MISS 18 : Jadikan Dia Satu-satunya

Oleh Ust. Hasim Ikhwanudin

tanggal : 26 November 2018

 

Tauhid adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah

“Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal).” (QS. Al Hijr: 99)

Jika masih yakin bahwa ada sembahan selain Allah maka ibadah tidak akan diterima

“Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah
ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Akhlak tidak hanya kepada Allah melainkan Akhlak kepada mahkluk yaitu
akhlak kepada Rasulullah dan juga orang tua.

Orang tua lah yang paling berhak mendapatkan
akhlak kita, orang tua berharap kebaikan akhlak anaknya.

Akhlak kepada Allah adalah sesuatu terbesar yang harus kita miliki

Barang siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat Laailaahaillallaah.
Maka dia akan masuk surga. Namun perlu diperhatikan bahwa kalimat tersebut
tidak hanya di mulut, melainkan juga di dalam hati serta diwujudkan
dalam kehidupan sehari-hari yaitu dengan beribadah hanya kepada Allah.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia
mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa
yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisa’: 48).

Allah mengampuni dosa seseorang yang dihatinya terdapat Laailaahaillallaah

Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, InsyaAllah Allah akan
memberikan solusi. Kemudian orang-orang yang bertauhidlah yang
diberi oleh Allah rasa aman dan mendapat petunjuk (orang-orang yang
beriman dan tidak ada syirik dihatinya).

Oleh karena itu jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu!!!

MISS 17 : Indahnya Surga

Judul : Indahnya Surga

Oleh : Ust. dr. Agung Panji Widiyanto

Tanggal : 12 November2018

Di akhirat kelak tempat akhir bagi manusia yaitu tidak ada tempat lain selain dua tempat, yakin surga dan neraka. Tidak ada tempat ketiga atau pun tempat tengah tengah (bukan surga maupun neraka)
Dan tentu saja orang orang yang beriman, merealisasikan keimanannya dalam kehidupan sehari hari untuk memperoleh surga-Nya.
Sedangkan orang yang mendustakan ayat ayat Allah, ingkar kepada Allah dan RasulNya, ingkar terhadap ajaran yang dibawakan oleh Rasul Saw maka tempat kembalinya adalah neraka.
Dan yang masuk ke surgaNya Allah adalah pasti orang islam.

Surah Al Maidah ayat 3

Di surat Ali Imran Allah berfirman bahwa agama yang di terima oleh Allah adalah agama islam. Kemudian barang siapa seseorang yang mencari agama selain agama islam maka tidak akan diterima agama tsb oleh Allah, dan keadaan dia kelak ketika di akhirat adalah statusnya menjadi orang-orang yang merugi. Kenapa merugi? Karena tempat kembalinya sudah pasti neraka.

Allah akan murka kepada orang yang tidak mau beriman kepada Allah SWT. Allah tidak akan mengampuni dosa berupa kemusyrikkan yang dibawa mati.

Baik surga maupun neraka, kradaan nya gaib dihadapan kita. Tidak ada orang yang melihat secara langsung nikmatnya surga dan pedihnya neraka selama ruh masih di kandung badan. Sehingga berbicara mengenai surga dan neraka itu gaib, hukum hal gaib hanya berdasarkan berita yang diberitakab oleh Allah dan RasulNya baik di dalam Al Qur’an maupun di hadist hadisr nabi.

Surga dalam bahasa arab adalah Al Jannah. Kenapa surga disebut sebagai Al Jannah? Al Jannah memiki benang merah dengan huruf…..
Pertama jin, siapa yang jin yang ada di sekitar kita sekarang jumlah nya berapa. Kedua janin, siapa yang bisa melihat janin? Pasti tertutup di dalam perut si ibu. Kembali lagi kenapa disebut Al Jannah? Karena surga itu sesuatu yang tidak terlihat. Allah telah mempersiapkan surga bagi hamba hambanya yang bertaqwa, yang tunduk terhadap perintah Allah SWT, isinya yaitu berbagai kenikmatan dan kelezattan.

Melihat firman Allah dalam surat Muhammad ayat ke 15. Pemisalan surga yang Allah janjikam kepada orang orang yang brtaqwa adalah di dalamnya terdapat sungai yang mengalir, terdapat air air dimana air tsb tidak payau (tidak berubah rasa maupun aromanya), air yang ada di surga adalah air yang paling menyegarkan tidak ada bandingannya dengan air dimanapun.
Dan juga terdapat sungai yang mengalir dimana airnya berupa air susu dimana tidak akan berubah rasanya.
Dan juga terdapat sungai yang airnya berupa khamr, dimana air tsb terasa sangat lezat bagi orang yang meminumnya, namun khamr disini berbeda dengan khamr yang ada di dunia, khamr di dunia itu memabukkan.
Dan juga terdapat sungai yang airnya berupa madu murni.
Akan disediakan berbagai jenis buah bagi penghuni surga. Mungkin nama buah di dunia dan di surga sama, namun hakikat nya berbeda.

Surga sendiri memiliki 8 pintu, dimana masing-masing pintu memiliki namanya masing-masing. Yang akan membukakan pintu surga pertama kali adalah Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Abu Bakar As Siddiq ra.

Kembali lagi kepada kenikmatan di surga, di surga tidak terdapat kotoran sama sekali. Tidak ada buang air kecil, buang air besar, muntah, ingus, dahak, dll. Kemudian semua perkataan di surga itu baik-baik, tidak ada perkataan yang sia sia ataupun celaan.

Surga sendiri terdapat derajat atau tingkattannya, yang paling tinggi adalah surga firdaus. Orang orang yang istimewalah yang ditempatkan disana, nabi dan rasul ditempatkan disana. Surga firdauslah yang posisinya paling dekat dengan Allah SWT.

Ketika di surga, para penghuni surga diberikan oleh Allah kekuatan 1000x untuk makan minum, 100x untuk melakukan hubungan dengan pasangan-pasangannya di surga.

Di surga akan ada pelayan pelayan, dimana anak muda yang akan selalu muda yang nampak seperti mutiara yang berhamburan. Juga dikatakan bahwa di surga terdapat pasar dimana pasar tsb akan dikunjungi di hari jumat, ketika pasar tsb dikunjungi akan ada angin yang berhembus sangat lembut, menerpa wajah dan pakaian yang dikenakan oleh para penghuni surga, sehingga ketika penghuni tsb pulang ke rumah akan terlihat lebih muda, lebih cerah dan menawan. Di surga pula sungai sungai yang mengalir itu posisinya berada di bawah kaki kita, di dunia tidak akan ada sungai yang mengalir di bawah kaki kita. Allah akan mengabulkan atau memberikan apapun yang diinginkan oleh penghuni surga.

 

Tersedia juga dalam youtube kami :

MISS 16: Adab Terhadap Orang Tua

Judul : Adab Terhadap Orang Tua

Oleh : Ust. Abu Ayyub

Tanggal: 5 November 2018

Bismillah,

Syariat islam kedua setelah mentauhidkan Allah adalah berbuat baik kepada orang tua

Seperti firman Allah sebagai berikut :

(Al-‘Isrā’):23 – Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

(Al-‘Isrā’):24 – Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

(Luqman:14) – Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

 

Seperti juga sabda Rasululullah sebagai berikut :
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Dari hadist tersebut menjelaskan bahwa ibu lebih diprioritaskan daripada Ayah. Oleh karena itu jangan sampai seorang suami mampu membahagiakan istri dan anak tetapi tidak dengan ibunya, karena di dalam hadist yang diprioritaskan adalah ibu dan selanjutnya ayah, tidak ada kata istri maupun anak.

Mendurhakai orang tua adalah salah satu dosa yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia, intinya sesegera mungkin dibalas oleh Allah di dunia. Begitu juga sebaliknya, berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu kebaikan yang sesegera mungkin akan dibalas oleh Allah.

Orang yang paling sukses di dunia adalah orang yang baik kepada orang tua karena berbuat baik itu suatu kebaikan yang akan dibalas oleh Allah sesegera mungkin.

Salah satu amalan yang dicintai oleh Allah adalah berbuat baik dan jihad (berjuang di jalan Allah) –> Berbuat baik kepada orang tua sudah termasuk jihad fisabilillah.

Untuk kaum muslimin yang orang tuanya sudah wafat. Apakah ada amalan yang bisa disebut atau dikategorikan sebagai amalan birrul walidain?
Ada.
Yaitu sebagai berikut :
1. Mendoakan kedua orang tua.
2. Memohonkan ampunan untuk kedua orang tua yang sudah wafat, agar Allah mengampuni.
3. Melaksanakan wasiat dari orang tua.
4. Menyambung silahturahmi dengan teman-teman dari orang tua kita.

 

Empat rincian penting mengenai adab kepada orang tua

  1.  Seorang anak disebut birrul walidain, jika taat kepada perintah-perintah dari orang tua selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam baik perintah tsb ringan atau berat dan dengan tujuan membahagiakan orang tua.
    Apabila orang tua menyuruh kita keluar dari islam misalnya, hendaknya kita tidak mengikutinya, namun tetaplah engkau bergaul dengan orang tua dengan cara yang baik.
  2. Dalam menghormati dan memuliakan orang tua yaitu dengan ucapan dan perlakuan kita terhadap orang tua. Jangan memanggil nama, jangan sampai suara kita lebih tinggi dari suara orang tua (termasuk apabila orang tuanya sedikit budek atau pikun) caranya tidak dengan teriak, melainkan ngomong di dekat orang tuadan kasih isyarat.
  3. Kemudian tidak boleh jalan dengan orang tua di depannya, akan lebih baik jika berjalan di belakangnya.
  4. Jangan mengalahkan orang tua dengan alasan memprioritaskan istri, maupun anaknya.

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

MISS15: Membangun Sikap Optimis

Judul : Membangun Sikap Optimis

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 29 Oktober 2018

Bismillah,

 

  • Orang yang beriman dan berilmu akan memiliki sikap optimis di dalam hidupnya. Karena dengan ilmu yang ia miliki, ia bisa menjadi sabar, ikhlas, bangkit, dan semangat à sehingga selalu optimis.
  • Sebagai contoh ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, kita tidak sepatutnya menjadi tidak optimis. Ketika kita memiliki pengetahuan tentang Surah Al-Baqarah ayat 216, tentu kita menjadi memiliki pikiran yang positif terhadap Allah, dan tentu saja pikiran tersebut membawa kita untuk tetap optimis dalam menghadapi keadaan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
  • Ilmu lah yang melahirkan sifat optimis.
  • Islam à sangat menganjurkan sikap optimis. Sebagai contoh jika punya mimpi dan cita-cita itu pasang setinggi-tingginya, jangan tanggung-tanggung, begitu juga ketika meminta surga, mintalah surga yang paling tinggi yaitu surga firdaus.

“Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

 

*sebagai informasi tambahan pintu surga itu ada 8 dan pintu neraka itu ada 7 à hal tersebut menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih besar dari murkanya

  • Harapan itu ada dua : Roja’ dan Roghbah.
  • Roja’ à Bentuk pengharapannya
  • Roghbah à Bentuk usaha dari pengharapan yang sudah kita tetapkan seperti pada ayat berikut ini.

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

 

*sebagai informasi tambahan, ada dua jenis golongan orang, yaitu pertama ialah orang yang mengedepankan harapan tetapi tidak ada rasa takut dan yang kedua ialah orang mengedepankan rasa takut dan tidak ada harapan. Sebagai orang yang optimis, maka antara harapan dan rasa takut harus seimbang.

*sebagai informasi tambahan Bentuk Roja’ ada tiga, dua diantaranya tercela. Pertama yang terpuji adalah berharap mendapatkan balasan berupa pahala atas segala perbuatan terpuji yang telah dilakukan.  Kedua yang tecela adalah orang yang suka berbuat maksiat kemudian minta ampun, dan setelah itu ia yakin Allah akan mengampuni dosanya. Ketiga yang tercela yaitu seseorang senantiasa berbuat maksiat terhadap Allah, kemudian tanpa ia memohon ampunan ia percaya Allah akan mengampuni dosa, ini adalah harapan yang tercela, hanya angan-angan.

 

  • Benar-benar merealisasikan harapan à ini yang disebut optimis.
  • Dua pondasi yang membangun optimis yaitu Roja’ dan Roghbah, tidak hanya harapan dan juga tidak hanya usaha.

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

MISS 14: Istiqomah

Judul : Istiqomah

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 22 Oktober 2018

Bismillah,

  • QS Al-Imran “Wahai orang-orang beriman, sentantiasa taat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim (beragama islam)”. Konsistensi agar kita meninggal dalam keadaan muslim, menjaga eksistensi diri dalam beragam islam.
  • Senantiasa berdoa “Wahai Allah yang Maha Mebolak-balikkan Hati, teguhkanlah aku di agama-Mu agar aku selalu istiqamah”.
  • Istiqomah merupakan karunia dari Allah SWT. Berusaha mencari bagaimana Allah berkendak memberikan hidayah kepada kita. Jangan protes, semua yang Allah kehendaki berada di bawah kebijaksanaan Allah SWT, dan Allah Maha Bijaksana, Maha Kuasa.
  • Rambu-rambu mendapatkan istiqomah :
  1. Menyadari bahwa istiqomah adalah karunia Allah SWT. Minta kepada Allah agar kita diberi istiqomah.
  2. Hakikat istiqomah : senantiasa mengikuti metode yang lurus dari agama islam.

Jalan yang lurus : jalan yang Allah beri nikmat atas mereka. Golongan para nabi, golongan orang-orang shiddiq (pemimpin Abu Bakar), golongan syuhada (pemimpin ummar) dan mereka adalah sebaik-baik teman. ß meniti jalan mereka, tidak semau kita, berdasarkan apa yang Rasul ajarkan pada sahabtnya.

  1. Dasar dari istiqomah adalah istiqamah hati “Tidak akan bagus iman seorang hamba sampai bagus hatinya”.
  2. Istiqamah yang dituntut kepada muslim adalah yang paling sempurna, kalau tidak sanggup maka yang mendekati sempurna (semaksimal mungkin).
  • Melakukan yang diperintahkan Allah dan Rasul dengan bentuk paling sempurna,
  • Bertaqwa dimanapun dan kapanpun

Iringalah keburukan dengan kebaikkan karena kebaikkan dapat menghapusnya (kecuali dosa besar, menurut sebagian ulama harus sholat taubat). Jangan sampai keburukkan-keburukkan perlahan mengikis hidayah yang telah Allah berikan pada kita.

  1. Istiqomah berkaitan dengan ucapan/perkataan, perbuatan, dan niat hati kita.

“Tidak akan lurus keimanan sampai lurus hatinya. Dan tidak akan lurus hatinya sampai lurus lisannya”. Minimal berniat dulu kalau belum bisa melakukan kemudai  perkataan & perbuatan perlu dijaga.

  1. Istiqomah yang kita jalani tunjukkan hanya kepada Allah SWT dan memohon pertolongan Allah dan berada di ajaran islam yang lurus.
  2. Menjadi hamba, tidak boleh mengandalkan amalnya. Jangan pernah merasa ujub dengan amal yang kita lakukan.
  3. Buah dari istiqomah di dunia maka akan istiqomah di sirath
  4. Yang menghalangi dari istiqomah adalah syubhat dan syahwat
  5. Penghalang terbesar istiqomah meniru orang-orang kafir.

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :