KKN 6 : Terpeliharanya Jiwa Seorang Muslim

 

Judul : Terpeliharanya Jiwa Seorang Muslim

Oleh : Ust. Ahmad Alwanti

Tanggal 03 Mei 2018

Bismillah,

 

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga perkara: orang yang pernah menikah berzina, membunuh orang lain dengan sengaja, orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jama’ah.”

Hadist tersebut merupakan hadist tentang ketetapan dalam menjaga hukum seorang muslim, berkaitan dengan nyawa manusia sehingga hadist ini menjadi sangat penting. Termasuk kedalam fiqih jinayah. Ketika seseorang sudah bersyahadat, maka dalam Islam jiwa orang tersebut terpelihara.

Penjelasan dari hadist tersebut adalah sebagai berikut:

Poin Pertama

 Orang yang Sudah Menikah  Namun Berzina

Efek orang yang sudah menikah lalu berzina tidak hanya diantara orang yang berzina (laki-laki dan perempuannya saja), tetapi akan berdampak pada  keluarganya juga, baik istri dan anak-anaknya, serta bisa merusak garis keturunan. Tindakan seperti ini termasuk kedalam tindak kejahatan kemanusiaan.

Apabila terbukti melakukan zina tersebut, maka hukumannya ialah dirajam. Dirajam adalah anggota tubuh dikubur sampai hanya kepala yang masih terlihat atau dikubur setengah badan, kemudian orang tersebut dilempari batu sampai mati.

Zina terbukti apabila:

1   Terbukti dengan pengakuan pelaku

2   Kesaksian minimal  4 orang dengan syarat melihat perbuatan zina tersebut.

3   Orang yang bersaksi bukan pembohong

Orang disebut melakukan zina apabila orang tersebut :

  1. Pelaku seorang muslim
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Melakukan sukarela tanpa paksaan (suka sama suka)

 

Poin Kedua

  1. Membunuh Orang Lain dengan Sengaja

      “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisa’ (4:93)]

Jadi apabila membunuh dengan secara sengaja, maka hukuman yang diterima oleh pelaku pembunuhan ialan neraka Jahannam.

Pihak dari keluarga korban bisa mengambil sikap sebagai berikut.

– Qisas (Hukuman yang setimpal, miripdengan istilah hutang  “nyawa dengan nyawa”)

– Memaafkan pelaku

– Membayar denda

 

  1. Membunuh Orang Lain dengan Niat Melukai, namun Tidak Berniat Membunuh

Apabila ada seseorang yang punya niat untuk melukai tetapi orang tersebut tidak sengaja terbunuh, maka hal tersebut termasuk kedalam pembunuhan semi sengaja.

Oleh karena itu pelaku tetap berdosa dan memiliki kewajiban membayar diyat yang berat serta kewajiban membayar kaffarat. Kaffaratnya yaitu dengan membebaskan budak muslim dan bila tidak ada, maka puasa dua bulan berturut.

 

  1. Membunuh Orang Lain dengan Tidak Sengaja

Apabila ada seseorang yang membunuh namun tidak sengaja terbunuh, maka pembunuh tidak berdosa.

*semua hukum tersebut berlaku apabila pihak yang dibunuh ialah darah terlindungi (seorang muslim)

Poin Ketiga

Orang yang Meninggalkan Agamanya, yang Memisahkan Diri dari Jama’ah

Jika seseorang yang murtad tidak mau kembali ke agama Islam maka dia diperbolehkan dibunuh/dipedang. Orang yang murtad bila ia meninggal maka jasadnya tidak dimandikan, tidak disalatkan, tidak dikuburkan di pemakaman muslim. Kemudian hartanya diharamkan untuk diwariskan.

Namun apabila orang tersebut kembali ke jalan Islam, maka hukuman yang didapat oleh orang tersebut tidak ada.

Konteks hadist ini berlaku apabila di negara tersebut sudah menetapkan peraturan/undang-undang sesuai dengan hukum Islam (khalifah).

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#TerpeliharanyaJiwaSeorangMuslim
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 5 : Singkirkan Keraguanmu

Judul : Singkirkan Keraguanmu

Oleh : Ust. Ahmad Alwanti

Tanggal 26 April 2018

Bismillah,

Hadits 11 berisi tentang kehati-hatian terhadap hal yang subhat. Isi dari hadits ini pendek tetapi mempunyai makna yang dalam. Hadits 11 diriwayatkan oleh Muhammad Al-Hasan bin Ali, cucu dari Rasulullah.

Hadits ini berbunyi,

”Tinggalkan perkara yang meragukan dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.”

Hadits ini memberikan pemahaman kepada kita untuk menjaga diri dari hal yang subhat. Bagaimana seeorang menjaga diri dari perkara yang subhat disebut dengan wara.

Meninggalkan perkara yang meragukan itu:

  • Wujud komitmen pada sesuatu yang halal pada segala hal.
  • Usaha unutk berhati-hati dalam mengerjakan urusan -> menjauhi larangan dan mengerjakan perintah atau urusan yang halal.

 

Kita harus berhati-hati dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita sering mendekati hal-hal yang subhat, yang semula istiqomah untuk menghindarinya bisa terjerumus untuk meninggalkan keistiqomahannya.

 

Berikut beberapa kisah wara sahabat Nabi Muhammad menjaga diri dari subhat:

  1. Yazid bin Zuroni adalah seorang yang dapat warisan tapi beliau menolak untuk mendapat warisan itu. Beliau khawatir jika sebagian harta warisan berasal dari hal yang tidak halal.
  2. Ibrahim bin A’dho

Beliau tidak ingin diberi air zam-zam, karena beliau meragukan air zam-zam tersebut daimbil dengan cara yang tidak halal, walaupun air zam-zam itu sendiri halal.

  1. Ibnu Sirin

Beliau meninggalkan dana sisa usaha sebesar 14.000 dirham, karena meragukan hati beliau apakah harta tersebut halal atau tidak. Sehingga beliau memutuskan untuk tidak mengambil dana sisa itu.

  1. Al-Hasan bin Ali

Ketika pergi ke masjid, beliau melihat kurma yang berada di kotak sodaqoh. Beliau lalu mengambil beberapa kurma dari kotak tersebut. Akan tetapi, beliau langsung ditegur oleh Nabi Muhammad untuk tidak memakan kurma itu. Karena masih terdapat subhat pada kurma itu.

  1. As-Sauri

Beliau diminta mejadi hakim dan pernah ditawari menjadi gubernur. Tetapi beliau tidak menerima tawaran jabatan itu. Karena beliau merasa takut harta yang didapat itu subhat.

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#SingkirkanKeraguanmu
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 4 : Sayangi Tenagamu, Berfaedahlah Tiap Hari

Judul : Sayangi Tenagamu, Berfaedahlah Tiap Hari

Oleh : Ust. Roisudin

Tanggal : 19 April 2018

Bismillah

Meninggalkan hal-hal yang tidak berfaedah itu bisa dari segi ucapan, perbuatan, pendengaran, maupun pengelihatan. Namun, Kita sekarang ini disibukkan dengan hal yang tidak berfaedah, disibukkan dengan mengomentari hal-hal yang bukan kapasitas kita, dan hal-hal lain yang tidak berfaedah lainnya akibat keberadaan media sosial.

Sebagai contoh, kita bisa meninggalkan hal-hal yang tidak berfaedah dengan mengaji. Namun ngaji itu bukan hal yang mudah, ngaji itu berat, tetapi ada yang lebih berat yaitu memahami. Memahami itu berat, tetapi ada yang lebih berat lagi yaitu mengamalkan. Mengamalkan itu berat, namun ada yang lebih berat lagi yaitu istiqomah dalam mengamalkan. Istiqomah itu berat, namun ada yang lebih berat lagi yaitu ikhlas dalam istiqomah.

Apakah sebenarnya Allah memperhatikan atau mengacuhkan hambanya?  Hal tersebut bisa kita lihat dari tanda-tanda seperti apabila kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, itu adalah tanda bahwa Allah mengacuhkan kita. Apabila ada satu saat saja waktu yang dilalui tidak untuk beribadah maka ia akan menyesal atau merugi kelak ketika hari kiamat dan barang siapa yang usianya lewat dari 40 tahun, tetapi kebaikan yang dilakukan tidak lebih banyak dari keburukan maka persiapkan diri Anda untuk masuk neraka

Dahulu kita berasal dari alam rahim, sebelumnya alam arwah, selanjutnya dunia. Dunia adalah tempat kita untuk menanam. Artinya kita harus memanfaatkan untuk menanam sebanyak-banyaknya agar kelak di akhirat dapat dipanen sebanyak-banyaknya pula. Namun dalam memanen juga perlu dipilih-pilih mana yang akan berbuah lebih banyak, dan mana yang panen akan kebaikannya lebih banyak.

Setiap hari pasti kita meminta khasanah ke Allah di dunia dan di akhirat, serta jauhi dari api neraka. Apabila khasanah diperoleh sangat banyak baik di dunia maupun di akhirat maka kita akan tenang. Itu alasan mengapa kita setiap hari meminta khasanah daripada pahala.

Berkaitan dengan mengaji, bacalah Al-Quran dengan tartil. Apa sih yang dimaksud tartil? Yang namanya tartil adalah mentajwidkan semua huruf serta tahu kapan dan dimana harus berhenti. Menghafal itu baik, namun alangkah lebih baik lagi apabila bacaannya juga bisa dilakukan dengan benar, termasuk ketepatan lafalnya juga harus benar

Di hari kiamat diperintahkan untuk membaca (iqro), pelan-pelan sebagaimana kalian membaca Al-Quran dengan tartil di dunia. Maknanya adalah kita harus khawatir sudah hafal juz 30 dan 29 misalnya namun bacaannya tidak tartil.

“Toeri mudah tetapi prakteknya susah”.

 

Itulah membaca Al-Qur’an

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#SayangiTenagamuBerfaedahTiapHari
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 3 : Jangan Ada Ragu Diantara Kita

Judul : Jangan Ada Ragu Diantara Kita

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal : 12 April 2018

Bismillah

Hadits Arbain Ke-13

Jangan Ada Ragu Diantara Kita

Ada beberapa sikluskebai kan kaum muslimin, diantaranya :

1.    Berkata yang baik atau diam
2.    Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat
3.    Menjaga hati agar tidak marah / menahan amarah  marah itu diperbolehkan asal tidak berlebihan
4.    Mencintai saudaranya sebagaimana mencintai diri sendiri  tidak beriman salah seorang dari kalian sampai mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri (HR. Bukhari No 13)

Kemudian, bagaima  na caramerealisasi iman kita agar menjadi lebih sempurna?
1.    Segera mengingatkan saudaranya ketika saudaranya lupa/lalai
2.    Segera memaafkan apabila saudaranya berbuat kesalahan
3.    Mencintai kebaikan untuk saudaranya
4.    Memenuhi hak-hak saudaranya, sebagai seorang muslim ( menjawab salam, memenuhi undangan, mengurus jenazah, menjenguk tatkala saudaranya sedang sakit, menjawab dengan yarkhamukallah ketika ada yang bersin)

Untuk memenuhi hak-hak be rsaudara dan persahabatan, kita harus mengetahui apa saja hak tersebut, apa saja ya??

1.    Harta
Jangan sampai membuat saudaranya meminta-minta. berbagilah kepada sesama dan mendahulukan saudaranya dalam hal kebaikan.

2.    Lidah
Tidak menyebarkan aib orang lain, tidak boleh terlalu mencampuri / ingin tahu privasi orang lain, tidak mengungkapkan rahasianya, tidak mencela keluarganya dan orang-orang yang ada di dekatnya, tidak  menceritakan celaan orang lain  terhadap dirinya, dan barang siapa menutupi aurat saudaranya maka Allah akan menutupi auratnya di dunia dan akhirat.

3.    Saling mencintai karena Allah
4.    Memuji kebaikan orang lain
5.    Menyanjung keluarganya,  akhlaknya dengan tidak berlebih-lebihan agara tidak menimbulkan fitnah
6.    Mensyukuri kebaikannya
7.    Membela ketika dia tidak ada
8.    Memaafkan kekeliruannya
9.    Mendo’akannya
10.    Setia dan ikhlas
11.    Meringankan bebannya

Iman yang baik akan mendorong kita untuk mengharapkan kebaikan bagi orang lain.

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#JanganAdaRaguDiantaraKita
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 2 : Rezeki Dulu Ya Yang Aku Halalin, Baru Kamu

Judul : Rezeki Dulu Ya Yang Aku Halalin, Baru Kamu

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal : 23 Maret 2018

Bismillah,

NOTULENSI KKN

TANGGAL 23 MARET 2018

Hadits Arbain Ke-10

Rezeki Dulu Ya Yang Aku Halalin, Baru Kamu

Sesungguhnya Allah maha baik dan tidak menerima yang tidak baik. Sesuai firman Allah SWT dalam surat Al-Mu’minun : 51) yang artinya :

“Makanlah dari makanan yang baik. Mengapa demikian? Karena setiap makanan yang dimakan akan berpengaruh pada ruh dan fisiknya.”

Oleh karena itu, amal baik akan diterima apabila :

  1. Didasari keikhlasan
  2. Didasari tuntutan Rasulullah SAW

Dalam mendapatkan rezeki tentunya ada beberapa yang perlu diperhatikan, antara lain :

  • INTROPEKSI

Jika setiap ingin/berniat melakukan amalan namun selalu gagal, maka perhatikan makanan yang dimakan dan perhatikan pula benda yang kita pakai, halal atau belum.

  • HARAM

Benda yang dikatakan haram apabila cara mendapatkannya dengan cara yang tidak halal, misalnya mencuri serta meminjam tanpa izin, memakai pulpen temen tanpa izin.

 

Makan makanan yang baik dan halal, karena :

  • Niscaya doa kita mustajab
  • Jika Allah berkehendak, maka sesuatu yang tidak mungkin akan menjadi mungkin
  • Mengapa kita apabila berdoa tak kunjung dikabulkan, sedangkan para sahabat langsung dikabulkan?
  • Karena mereka adalah orang yang menjaga makanan mereka dan tidak melakukan maksiat
  • Bila jadi kita makan makanan haram atau makanan halal, tetapi ternyata sebenarnya Haram.
  • Doa yang dikabulkan : khusyuk, penuh harap, cemas
  • Doa yang tidak dikabulkan :
    1. Doa yang memutuskan tali persaudaraan
    2. Tidak yakin dalam doanya
    3. Tidak konsentrasi doanya
    4. Ada penghalang lain

Hati-hati dikuasai syahwat, berburuk sangka misalnya.

  1. Tergesa-gesa dalam doanya (ingin segera dikabulkan)
  • Etika Berdoa
    1. Menjauhkan dari hal-hal yang diharamkan Allah
    2. Ikhlas kepada Allah dalam berdoa

Berdoalah semata-mata karena Allah. Ikhlas adalah orang yang tidak peduli dengan pujian / celaan orang lain.

  1. Berwudhu
  2. Menghadap Kiblat
  3. Memuji Allah sebelum berdoa
  4. Mengangkat kedua tangan
  5. Khusyuk
  6. Mengakui segala dosa
  7. Memanfaatkan keadaan yang mulia :
  • Qiyamul Lail
  • Hari Arafah
  • Ramdhan
  • Saat Puasa
  • Malam Jum’at : Sholawat, dzikir, Al-kahf
  • Saat jumat siang : Diantara 2 khotbah
  • Tengah Malam
  • Akhir tiap sholat
  • Tatkala Adzan à Tidak akan ditolak
  • Sujud

bisa juga nih lihat rekaman kajiannya di Channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.
#MelaksanakanSesuaiKemampuan
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM