KKN 13: Ucapan yang Memberatkan Timbangan Kebaikan

Judul: Ucapan yang Memberatkan Timbangan Kebaikan

Oleh: Ustadz Ahmad Alwanto

Tanggal: Kamis, 22 November 2018

hadist ar-ba’in 23
Dari Abu Malik Al-Harits bin Ashim Al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu, Dia berkata: Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Bersuci adalah separuh dari keimanan, ucapan ‘Alhamdulillah’ akan memenuhi timbangan, ‘subhanalloh walhamdulillah’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi, sholat adalah cahaya, dan sedekah itu merupakan bukti (pembela), kesabaran itu merupakan sinar, dan Al Quran itu merupakan hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap jiwa manusia melakukan amal untuk menjual dirinya, maka sebagian mereka ada yang membebaskannya (dari siksa Alloh) dan sebagian lain ada yang menjerumuskannya (dalam siksa-Nya).” (Riwayat Muslim no.223).

seluruh kebaikan sejatinya sedekah dengan pahala yang berlipat-lipat.
maka jangan pernah berhenti dalam berbuat kebaikan

thoharah adalah separuh dari keimanan seseorang ^kisah bilal- terompahnya sudah masuk surga duluan karena amalnya 1. sebelum sholat fardhu bilal terbiasa sholat 2 rokaat (sholat sunnah) 2. kebiasaan menjaga wudhu dan menjaga kesuciannya^

iman menjadi pembersih jiwa seseorang sedangkan thoharah membersikan dari kotoran2.

thoharoh setengah dari pada sholat. karena thoharoh merupakan syarat sah nya sholat. dan syarat sah itu merupan 1/2 dari sholatnya. dengan memperhatikan kesempurnaan wudhu. tidak boros air dan mengusap semua rukun nya hingga ke sela-sela jari tangan dan kaki.

wudhu merupakan kunci surga (al-muddatsir 42-43) karena setelah berwudhu akan melaksanakan sholat.

wudhu merupakan cermin iman. tidak akan ada yang menjaga wudhu selain orang yang beriman.

thoharah bukan berarti hanya fisik nya saja, namun juga termasuk membersihkan hatinya dari perasaan dendam, dengki, iri – imam al-ghozali

sholat adalah cahaya
orang yang melakukan sholat, akan terhindar dari perbuatan fahsya’i wa mungkar. sholat akan mendatangkan ketenangan bagi orang yang melakukannya.

shodaqoh merupakan pembela

sabar adalah sinar
sesungguhnya Allah bersama orang-orang sabar

al-qur’an merupakan pedoman
orang ada yang untung dan ada yang rugi- yang terbaik adalah orang yang tahu ilmunya dan diamalkan dan mengamalkan yang ada ilmunya

KKN 12: Yang berat buka rindu, tapi Istiqomah

Judul : Yang berat buka rindu, tapi Istiqomah

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 1 November 2018

Bismillah,

 

Konsep tauhid dan keimanan

  • Ketaatan berwujud istiqomah
  • Realisasi melaksanakan perintah Allah ialah istiqomah
  1. QS Fushilat : 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

  1. QS Al-Ahqaf : 13

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

Menurut Abu Bakar As-Sidiq : “yang dimaksud dengan istiqomah yaitu tidak ada perbuatan syirik. Tetap teguh bahwa Allah Rabb mereka”

Istiqomah menurut Ibnu Rajan Al-Hambali :

  • Menempuh jalan yang lurus, tidak tengok kanan dan kiri
  • Mengikuti keburukan dengan kebaikan karena manusia ridak sempurna
  • Unttuk itu dianjurkan untuk bertaubat

 

Didalam HR Ahmad  : “Istiqomah kalian semua, maka kamu tidak mampu”

Istiqomah untuk mentaatinya

  • Akan tercipta kebaika, barangsiapa yang tidak memiliki kebaikan maka usahanya sia-sia

 

Istiqomah hati

  • Ma’rifatullah; mengenal Allah
  • Khauf; takut kepada Allah
  • Roja; berharap hanya takut kepada Allah
  • Menganggungkan Allah

 

Bila hati demikian (istiqomah) maka anggota badan akan mengikutinya. Hati adalah bagaikan Raja dan bada adalah prajuritnya. Jika ingin istiqomah, maka perbaiki “rajanya”, bila baik hatinya maka baik juga amalnya, begitu juga sebaliknya. Tidaklah benar ssorang hingga benar hatinya. Contohnya : Perang muslim seringkali menang walaupun jumlah pasukkan lebih sedikit dari pasukan orang kafir, mengapa? Karena pasukan muslim memiliki mental yang kuat dan menjag hatinya.

 

Tingkatan paling tinggi dalam kaitannya dengan ukhwah ialah mendahulukan saudaranya

 

Istiqomah dalam lisan

Ketika hati kotor maka dapat dilihat dengan tingkah lakunya dan lisannya. Akhlak bergantung pada hati, menggunakan lisan. Berdasarkan HR Tarmidzi “ya Rasul, apa yang harus saya takuti?” Rasul menjawab “yang ditakuti ialah memegang lisan”

 

Contoh Istiqomah

Muhammad, Ibnu Sama’ah

Aku tinggal selama 40 tahun di tempat itu dan tidak pernah luput dari takbir pertama kecuali 1 hari yaitu saat ibu ku meninggal

 

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

KKN 11: Mau deket Dia, tapi malu amal masih segini

Judul : Mau deket Dia, tapi malu amal masih segini

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 25 Oktober 2018

Bismillah,

 

Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya dari jaraan para nabi terdahulu, jika tidak malu maka berbuatlah sesukamu

Malulah di bagian akhlaknya, maka akan terjaga. Karena malu merupakan warisan para nabi-nabi terdahulu (semua nabi mengajarkan budaya malu). Dengan malu, sesungguhnya akan mendorong dirinya untuk tidak melakukan perbuatan buruk atau meninggalakan perbuatan buruk.

Malu merupakan : Pemberitahuan / kabar hilangnya rasa malu aka melakukan mubah apa saja, kenapa bisa melakukan mubah? Karena tidak malu, sehingga dilakukanlah.

Ada dua macam rasa malu :

  • Rasa malu yang sudah ada dari lahir “Barang siapa yang malu maka dia akan bersembunyi dan dia akan terjaga” – Ummar bin Khattab.
  • Rasa malu setelah mengenal Allah, menjadi malu lewat mengaji. Pemalu yang positif : malu untuk mengerjakan kesalahan kepada Allah.
  1. Terdapat malu yang salah / berlebihan sehingga mampu menahan diri daru sesuatu yang perlu missal berbuat baik juga malu.
  2. Al Khayya’u, minal iman à Malu sebagian dari iman.
  3. Kelemahan dari malu : malu tidak pada tempatnya à selemah-lemahnya iman mengambil duri / sampah di jalan.
  4. Tidak sepantasnya seorang mukmin malu untuk berbuat kebaikan. Malu yang baik ada dua :
  • Malu sebagian dari iman sehingga sesorang enggan melakukan maksiat
  • Malu tidak memanfaatkan kesempatan kebaikan
  1. Buah dari rasa malu :
  • Mampu mengendalikan dari hal-hal yang buruk
  • Al-Waffa: menepati janji

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

KKN 10: Jagalah Dia, Dia Akan Menjagamu

Judul : Jagalah Dia, Dia Akan Menjagamu

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 18 Oktober 2018

Bismillah,

 

Terkait penjagaan Allah SWT, menjadikan kita:

  • Yakin akan penjagaan Allah
  • Tidak takut siapapun, karena yakin perlindungan Allah
  • “Jagalah Allah, pasti Dia akan menjagamu”
  • “Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu”
  • “Jika kamu memakan sesuatu, mohonlah kepada-Nya
  • “Jika seluruh manusia bersatu memberi kebaikan kepada mu, niscaya mereka tidak akan mampu, kecuali yang Allah tetapkan padamu” à begitu juga sebaliknya.
  • “Kenalilah Allah saat kamu lapang, maka Allah akan mengenalimu saat susah”
  • “Ketahuilah apa yang luput darimu, tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu, tidak luput darimu, ketahuilah kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan, dan kemudahan seiring dengan kesulitan”
  • Rasulullah menasihati yang terbaik untuk orang-orang dimasa depan, dengan keteladanan, dengan waktu dan cara yang tepat.
  • Menasihati yang baik itu empat mata, hanya dua orang, agar orang lain tidak tahu, apabila menasihati di depan orang-orang akan timbul penyakit hati seperti merasa paling benar diantara orang-orang lain.
  • Menasihati seperti dengan cara dirangkul, dinasihati dengan baik-baik, tidak dengan cara dihardik.
  • Apabila kita akan menasihati orang yang lebih tua bisa dengan minta tolong kepada orang yang umurnya sama atau lebih tua dari orang yang akan dinasihati
  • Jangan melihat-lihat siapa yang memberikan nasihat, siapapun itu apabila nasihatnya tentang kebaikan, maka perlu kita perhatikan dan ambil kebaikannya tersebut
  • Bentuk penjagaan kita terhadap Allah
  1. Berkomitmen terhadap Allah, istiqomah untuk menjalankan peintah Allah
  2. Istiqomah mejauhi larangannya
  3. Tidak melampaui batasan yang dilarang oleh-Nya
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban seorang muslim seperti beriman, menjalankan rukun islam, dan lain-lain.
  5. Mengimani qada dan qadar
  6. Menjaga diri dari kesesatan, tidak syirik terhadap Allah

Kerusakan di lat, keruskan di bumi itu akibat ulan tangan manusia itu sendiri (Ar-Rum ayat 40-41), termasuk musibah bencana alam. Jadi apabiila banyak kesyirikan maka Allah akan murka.

  • Jika sudah komitmen untuk menjga Allah, maka Allah akan :
  1. Menjaga kita dari api neraka dan memberikan surge (Surat Ali-Imran ayat 133)
  2. Menjaga kita selagi di dunia dengan memberikan rasa aman, seperti ketika kita sedang melewati jalan yang biasanya berbahaya, lalu kemudian ada orang yang berdoa kepada Allah agar kita selalu diberi perlindungan, kemudian Allah berikan rasa aman tersebut dan sungguh jalan tersebut menjadi aman, tidak terjadi sesuatu yang berbahaya. Jadi ada kekuatan doa, ketika kita yakin kepada Allah, maka Allah akan memberikannya.
  3. Memberi kemudahan
  4. Rezeki yang tidak disangka-sangka
  • “Jaga masa mudamu, maka Allah akan menjaga masa tua kita.” à taat beribadah selagi muda, manfaatkan waktu untuk Nya
  1. Orang yang berysukur, Allah akan terus menjaganya.

Tersedia juga dalam video di channel youtube kami :

KKN 9: Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Judul : Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Tanggal : 27 September 2018

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

 

Manusia sebagai khalifah di muka bumi. Semua makhluk diciptakan dengan tanggung jawab/amanahnya masing-masing. Tugas manusia sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah.

 

Pesan yang disampaikan Rasulullah:

  • Selalu melakukan kebaikan
  • Selalu berbuat baik kapanpun
  • Senantiasa bertaqwa kepada Allah dimanapun berada

 

Keutamaan Orang yang Bertaqwa

  1. Taqwa sumber kebaikan.

Tidak semua muslim pasti mukmin, karena orang yang mukmin akan mempercayai Allah dengan menaati Allah SWT

Maka dari itu, dengan bertaqwa seseorang akan mendapatkan kebaikan dan diberi balasan yang mulia. Orang yang bertaqwa (muttaqin) adalah orang yang sedang mencari jalan keselamatan berupa surga seluas langit dan bumi.

 

  1. Pencegah Segala Keburukan

Taqwa adalah pencegah keburukan, bila seseorang menemui kesulitan hal tersebut menjadi ujiannya untuk meningkatkan derajatnya di sisi Allah.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah:155)

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan pertolongan dari Allah.

Kita harus senantiasa beristighasah, yakni berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Doa dapat dikabulkan dengan 3 bentuk, yakni langsung dikabulkan, dalam bentuk lain, atau disimpan untuk diakhirat nanti.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rizqi dan jalan keluar

Rizqi yang didapat oleh orang yang bertaqwa bisa dalam berbagai macam bentuk, tidak hanya dalam bentuk materi saja.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapat perlindungan dari Allah

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu”

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rahmat, kasih dan sayang Allah SWT.

 

 

Hakikat Taqwa

-Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan tidak melakukan apapun yang dilarang Allah

-Orang yang bertaqwa selalu yakin bahwa Allah Maha Melihat sehingga tidak pernah berbuat dosa karena takut kepada Allah

-Orang yang bertaqwa menurut ahli salaf ialah orang yang bersyukur di setiap keadaan

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imran 102)

-Taqwa akan sempurna bila seseorang menjauhi perkara yang syubhat. Syubhat adalah ketidakjelasan antara perkara yg halal dan haram

Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya (HR. Bukhari dan Muslim)

-Imam Hasan Al Basri mengatakan orang yang bertaqwa akan selalu memiliki sikap taqwa sehingga dia meninggalkan hal yang sebenarnya halal karena takut dengan hal yang haram.

-Orang yang bertaqwa akan selalu memohon ampun kepada Allah dan ia akan berbuat baik kepada siapapun.

 

Tersedia juga dalam channel youtube kami :