KKN 9: Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Judul : Andai Kesalahanku Bisa Dihapus

Tanggal : 27 September 2018

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

 

Manusia sebagai khalifah di muka bumi. Semua makhluk diciptakan dengan tanggung jawab/amanahnya masing-masing. Tugas manusia sebagai khalifah dan beribadah kepada Allah.

 

Pesan yang disampaikan Rasulullah:

  • Selalu melakukan kebaikan
  • Selalu berbuat baik kapanpun
  • Senantiasa bertaqwa kepada Allah dimanapun berada

 

Keutamaan Orang yang Bertaqwa

  1. Taqwa sumber kebaikan.

Tidak semua muslim pasti mukmin, karena orang yang mukmin akan mempercayai Allah dengan menaati Allah SWT

Maka dari itu, dengan bertaqwa seseorang akan mendapatkan kebaikan dan diberi balasan yang mulia. Orang yang bertaqwa (muttaqin) adalah orang yang sedang mencari jalan keselamatan berupa surga seluas langit dan bumi.

 

  1. Pencegah Segala Keburukan

Taqwa adalah pencegah keburukan, bila seseorang menemui kesulitan hal tersebut menjadi ujiannya untuk meningkatkan derajatnya di sisi Allah.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al Baqarah:155)

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan pertolongan dari Allah.

Kita harus senantiasa beristighasah, yakni berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Doa dapat dikabulkan dengan 3 bentuk, yakni langsung dikabulkan, dalam bentuk lain, atau disimpan untuk diakhirat nanti.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rizqi dan jalan keluar

Rizqi yang didapat oleh orang yang bertaqwa bisa dalam berbagai macam bentuk, tidak hanya dalam bentuk materi saja.

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapat perlindungan dari Allah

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu”

 

  1. Orang yang bertaqwa akan mendapatkan rahmat, kasih dan sayang Allah SWT.

 

 

Hakikat Taqwa

-Orang yang bertaqwa adalah orang yang menjalankan perintah Allah dan tidak melakukan apapun yang dilarang Allah

-Orang yang bertaqwa selalu yakin bahwa Allah Maha Melihat sehingga tidak pernah berbuat dosa karena takut kepada Allah

-Orang yang bertaqwa menurut ahli salaf ialah orang yang bersyukur di setiap keadaan

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali Imran 102)

-Taqwa akan sempurna bila seseorang menjauhi perkara yang syubhat. Syubhat adalah ketidakjelasan antara perkara yg halal dan haram

Barangsiapa yang menghindarkan diri dari perkara syubhat, maka ia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya (HR. Bukhari dan Muslim)

-Imam Hasan Al Basri mengatakan orang yang bertaqwa akan selalu memiliki sikap taqwa sehingga dia meninggalkan hal yang sebenarnya halal karena takut dengan hal yang haram.

-Orang yang bertaqwa akan selalu memohon ampun kepada Allah dan ia akan berbuat baik kepada siapapun.

KKN 8 : Ojo Gampang Nesu, Selo Wae

Judul : Ojo Gampang Nesu, Selo Wae

Tanggal : 06 September 2018

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

 

Ada nasehat untuk Abu Darda agar masuk surga.

Janganlah kamu marah, maka bagimu surga

Kalimat “Janganlah kamu marah” bahkan diucapkan sampai 3x.

 

Hal tersebut merupakan nasehat yang baik, karena nasehat yang baik itu sederhana, padat, jelas, dan penuh makna.

Berikut ini keutamaan orang yang sabar dan menahan amarahnya.

  1.  Akhlakul Karimah

Sabar termasuk orang-orang yang dicintai Allah, seperti dalam Surat Al Baqarah:153

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Bersikaplah senantiasa Tawadu’, yakni rendah hati (mampu namun tidak menonjolkan) bukan rendah diri.

Selain itu, marilah kita juga mencintai sesama muslim, karena tidak beriman seseorang pada hari akhir sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.

Jadilah orang yang baik, yakni orang yang mengambil kebaikan dari siapapun, bahkan termasuk preman. Lihatlah apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan.

 

2.   Kerinduan Terhadap Surga

Orang-orang yang termasuk ke dalam para perindu surga ialag orang-orang yang akhlaknya sebagaimana akhlak nabi, sahabat, tabi’in serta orang yang tidak terbiasa untuk marah dan berusaha untuk tidak marah.

Rasulullah tidak marah jika beliau dicela. Tetapi marah apabila agama Allah dicela.

Apabila kita dicela, maka kita cukup bilang “Alhamdulillah, sudah memberi saya pahala”, tidak perlu celaan yang diterima dibalas.

Sebelum tidur, mintakan maaf untuk orang-orang yang sudah mendzalimi kita.

 

Menurut Imam Hasan Al-Basri,
1. Orang yang mampu menguasai dirinya ialah makan (mubah) tidak berlebihan.
2. Orang yang merasa takut mampu menjaga diri.
3. Orang yang mampu menjaga gejolak biasanya  mampu menjaga syahwatnya yang sudah memuncak karena takut kepada Allah.
4. Orang yang mampu menjaga dirinya ketika marah akan sabar. Orang yang marah adalah orang yang lemah sedangkan orang yang sabar adalah orang yang kuat.

 

Sebab-sebab bangkitnya amarah
1. Kesombongan
Seringkali bila seseorang merasa lebih baik, shaleh, dan sebagainya akan marah bila ada orang lain yang melebihi dirinya. Oleh karena itu, mari kita jauhkan sifat sombong, senantiasalah rendah hati.

2. Pelecehan/penghinaan
Celaan yang diterima atau diberikan kepada orang lain tentu akan menimbulkan amarah, dan mungkin saja dendam. Maka, jagalah lisan kita, jangan sampai kita menyakiti hati orang lain.

3. Debat
Orang yang menang dalam debat adalah orang yang mampu meninggalkan perdebatan itu, bukan yang pendapatnya paling benar.

 

Amarah dapat menimbulkan dampak jangka panjang, yakni timbulnya dendam dan iri diantara mereka yang belum bisa bersabar dan memaafkan. Jika kita marah, cepatlah beristigfar dan merenungi nas-nas yang ada di dalam Al-Qur’an salah satunya Ali Imran ayat 134, sebagai obat dari kemarahan.

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

KKN 7 : Sempurnakanlah Lisanmu Kawan

Judul : Sempurnakanlah Lisanmu Kawan

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 30 Agustus 2018

Bismillah,

 

 

Orang yang jauh dari Allah adalah orang yang keras hatinya, orang yang banyak bicara biasanya akan cenderung menjadi orang yang sulit dinasehati dan biasanya akan keras hatinya sehingga akan jauh dari Allah

 

#1 Berbicara wajib dilakukan apabila diperlukan.

Berkata baik atau diam bukan berarti kita diam, melainkan bicara pada waktunya, bila diperlukan, khususnya terkait kebenaran atau amal ma’ruf nahi munkar.

Bila berkaitan untuk suatu kebenaran dengan alasan apapun, janganlah hanya diam. Apabila kita diam ibaratnya kita adalah sebagai setan bisu.

 

#2 Setiap ungkapan yang kita sampaikan atau katakan lewat lisan kita, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT

Rasulullah dalam semasa hidupnya lebih banyak mendengarkan daripada bicara, dan bila beliau sudah berbicara, apa yang beliau utarakan singkat, padat. dan jelas.

Coba kita renungkan, Mengapa kita diciptakan oleh Allah dengan dua telinga dan satu mulut? Karena kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar daripada berbicara, belajar dari apa yang mereka dengar daripada berbicara asal-asalan.

 

#3 Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir yaitu orang yang memuliakan tetangganya dalam riwayat yang lain adalah berbuat baik pada tetangganya.

Berdarkan Surat An nisa ayat 36 disebut mengenai perintah untuk berperilaku baik kepada tetangga kita.

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri”. (Surat An-Nisa ayat 36)

 

#4 Orang yang aqidahnya benar adalah orang yang akhlaqnya juga benar.
Di dalam hubungan bermasyarakat itu ada kebutuhan dimana seseorang tersebut membutuhkan sosialisasi. Orang dikatakan baik apabila ia mau bersosialisasi dengan masyarakat.

Diantara tanda tanda sempurnanya iman seseorang adalah orang yang mampu membatasi perkataannya. Mampu memilih dan memilah perkataannya. Mampu berkata yang baik-baik saja. Orang yang sempurna imannya adalah orang yang mampu menjaga lisan nya dan juga pendengarannya

KKN 6 : Terpeliharanya Jiwa Seorang Muslim

 

Judul : Terpeliharanya Jiwa Seorang Muslim

Oleh : Ust. Ahmad Alwanti

Tanggal 03 Mei 2018

Bismillah,

 

“Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi secara benar kecuali Allah, dan aku adalah utusan Allah, kecuali karena satu dari tiga perkara: orang yang pernah menikah berzina, membunuh orang lain dengan sengaja, orang yang meninggalkan agamanya, yang memisahkan diri dari jama’ah.”

Hadist tersebut merupakan hadist tentang ketetapan dalam menjaga hukum seorang muslim, berkaitan dengan nyawa manusia sehingga hadist ini menjadi sangat penting. Termasuk kedalam fiqih jinayah. Ketika seseorang sudah bersyahadat, maka dalam Islam jiwa orang tersebut terpelihara.

Penjelasan dari hadist tersebut adalah sebagai berikut:

Poin Pertama

 Orang yang Sudah Menikah  Namun Berzina

Efek orang yang sudah menikah lalu berzina tidak hanya diantara orang yang berzina (laki-laki dan perempuannya saja), tetapi akan berdampak pada  keluarganya juga, baik istri dan anak-anaknya, serta bisa merusak garis keturunan. Tindakan seperti ini termasuk kedalam tindak kejahatan kemanusiaan.

Apabila terbukti melakukan zina tersebut, maka hukumannya ialah dirajam. Dirajam adalah anggota tubuh dikubur sampai hanya kepala yang masih terlihat atau dikubur setengah badan, kemudian orang tersebut dilempari batu sampai mati.

Zina terbukti apabila:

1   Terbukti dengan pengakuan pelaku

2   Kesaksian minimal  4 orang dengan syarat melihat perbuatan zina tersebut.

3   Orang yang bersaksi bukan pembohong

Orang disebut melakukan zina apabila orang tersebut :

  1. Pelaku seorang muslim
  2. Berakal
  3. Baligh
  4. Melakukan sukarela tanpa paksaan (suka sama suka)

 

Poin Kedua

  1. Membunuh Orang Lain dengan Sengaja

      “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” [An-Nisa’ (4:93)]

Jadi apabila membunuh dengan secara sengaja, maka hukuman yang diterima oleh pelaku pembunuhan ialan neraka Jahannam.

Pihak dari keluarga korban bisa mengambil sikap sebagai berikut.

– Qisas (Hukuman yang setimpal, miripdengan istilah hutang  “nyawa dengan nyawa”)

– Memaafkan pelaku

– Membayar denda

 

  1. Membunuh Orang Lain dengan Niat Melukai, namun Tidak Berniat Membunuh

Apabila ada seseorang yang punya niat untuk melukai tetapi orang tersebut tidak sengaja terbunuh, maka hal tersebut termasuk kedalam pembunuhan semi sengaja.

Oleh karena itu pelaku tetap berdosa dan memiliki kewajiban membayar diyat yang berat serta kewajiban membayar kaffarat. Kaffaratnya yaitu dengan membebaskan budak muslim dan bila tidak ada, maka puasa dua bulan berturut.

 

  1. Membunuh Orang Lain dengan Tidak Sengaja

Apabila ada seseorang yang membunuh namun tidak sengaja terbunuh, maka pembunuh tidak berdosa.

*semua hukum tersebut berlaku apabila pihak yang dibunuh ialah darah terlindungi (seorang muslim)

Poin Ketiga

Orang yang Meninggalkan Agamanya, yang Memisahkan Diri dari Jama’ah

Jika seseorang yang murtad tidak mau kembali ke agama Islam maka dia diperbolehkan dibunuh/dipedang. Orang yang murtad bila ia meninggal maka jasadnya tidak dimandikan, tidak disalatkan, tidak dikuburkan di pemakaman muslim. Kemudian hartanya diharamkan untuk diwariskan.

Namun apabila orang tersebut kembali ke jalan Islam, maka hukuman yang didapat oleh orang tersebut tidak ada.

Konteks hadist ini berlaku apabila di negara tersebut sudah menetapkan peraturan/undang-undang sesuai dengan hukum Islam (khalifah).

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#TerpeliharanyaJiwaSeorangMuslim
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

KKN 5 : Singkirkan Keraguanmu

Judul : Singkirkan Keraguanmu

Oleh : Ust. Ahmad Alwanti

Tanggal 26 April 2018

Bismillah,

Hadits 11 berisi tentang kehati-hatian terhadap hal yang subhat. Isi dari hadits ini pendek tetapi mempunyai makna yang dalam. Hadits 11 diriwayatkan oleh Muhammad Al-Hasan bin Ali, cucu dari Rasulullah.

Hadits ini berbunyi,

”Tinggalkan perkara yang meragukan dan kerjakan perkara yang tidak meragukanmu.”

Hadits ini memberikan pemahaman kepada kita untuk menjaga diri dari hal yang subhat. Bagaimana seeorang menjaga diri dari perkara yang subhat disebut dengan wara.

Meninggalkan perkara yang meragukan itu:

  • Wujud komitmen pada sesuatu yang halal pada segala hal.
  • Usaha unutk berhati-hati dalam mengerjakan urusan -> menjauhi larangan dan mengerjakan perintah atau urusan yang halal.

 

Kita harus berhati-hati dalam bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita sering mendekati hal-hal yang subhat, yang semula istiqomah untuk menghindarinya bisa terjerumus untuk meninggalkan keistiqomahannya.

 

Berikut beberapa kisah wara sahabat Nabi Muhammad menjaga diri dari subhat:

  1. Yazid bin Zuroni adalah seorang yang dapat warisan tapi beliau menolak untuk mendapat warisan itu. Beliau khawatir jika sebagian harta warisan berasal dari hal yang tidak halal.
  2. Ibrahim bin A’dho

Beliau tidak ingin diberi air zam-zam, karena beliau meragukan air zam-zam tersebut daimbil dengan cara yang tidak halal, walaupun air zam-zam itu sendiri halal.

  1. Ibnu Sirin

Beliau meninggalkan dana sisa usaha sebesar 14.000 dirham, karena meragukan hati beliau apakah harta tersebut halal atau tidak. Sehingga beliau memutuskan untuk tidak mengambil dana sisa itu.

  1. Al-Hasan bin Ali

Ketika pergi ke masjid, beliau melihat kurma yang berada di kotak sodaqoh. Beliau lalu mengambil beberapa kurma dari kotak tersebut. Akan tetapi, beliau langsung ditegur oleh Nabi Muhammad untuk tidak memakan kurma itu. Karena masih terdapat subhat pada kurma itu.

  1. As-Sauri

Beliau diminta mejadi hakim dan pernah ditawari menjadi gubernur. Tetapi beliau tidak menerima tawaran jabatan itu. Karena beliau merasa takut harta yang didapat itu subhat.

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#SingkirkanKeraguanmu
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM