MISS 16: Adab Terhadap Orang Tua

Judul : Adab Terhadap Orang Tua

Oleh : Ust. Abu Ayyub

Tanggal: 5 November 2018

Bismillah,

Syariat islam kedua setelah mentauhidkan Allah adalah berbuat baik kepada orang tua

Seperti firman Allah sebagai berikut :

(Al-‘Isrā’):23 – Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

(Al-‘Isrā’):24 – Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

(Luqman:14) – Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

 

Seperti juga sabda Rasululullah sebagai berikut :
“Wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Dari hadist tersebut menjelaskan bahwa ibu lebih diprioritaskan daripada Ayah. Oleh karena itu jangan sampai seorang suami mampu membahagiakan istri dan anak tetapi tidak dengan ibunya, karena di dalam hadist yang diprioritaskan adalah ibu dan selanjutnya ayah, tidak ada kata istri maupun anak.

Mendurhakai orang tua adalah salah satu dosa yang akan segera dibalas oleh Allah di dunia, intinya sesegera mungkin dibalas oleh Allah di dunia. Begitu juga sebaliknya, berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu kebaikan yang sesegera mungkin akan dibalas oleh Allah.

Orang yang paling sukses di dunia adalah orang yang baik kepada orang tua karena berbuat baik itu suatu kebaikan yang akan dibalas oleh Allah sesegera mungkin.

Salah satu amalan yang dicintai oleh Allah adalah berbuat baik dan jihad (berjuang di jalan Allah) –> Berbuat baik kepada orang tua sudah termasuk jihad fisabilillah.

Untuk kaum muslimin yang orang tuanya sudah wafat. Apakah ada amalan yang bisa disebut atau dikategorikan sebagai amalan birrul walidain?
Ada.
Yaitu sebagai berikut :
1. Mendoakan kedua orang tua.
2. Memohonkan ampunan untuk kedua orang tua yang sudah wafat, agar Allah mengampuni.
3. Melaksanakan wasiat dari orang tua.
4. Menyambung silahturahmi dengan teman-teman dari orang tua kita.

 

Empat rincian penting mengenai adab kepada orang tua

  1.  Seorang anak disebut birrul walidain, jika taat kepada perintah-perintah dari orang tua selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat islam baik perintah tsb ringan atau berat dan dengan tujuan membahagiakan orang tua.
    Apabila orang tua menyuruh kita keluar dari islam misalnya, hendaknya kita tidak mengikutinya, namun tetaplah engkau bergaul dengan orang tua dengan cara yang baik.
  2. Dalam menghormati dan memuliakan orang tua yaitu dengan ucapan dan perlakuan kita terhadap orang tua. Jangan memanggil nama, jangan sampai suara kita lebih tinggi dari suara orang tua (termasuk apabila orang tuanya sedikit budek atau pikun) caranya tidak dengan teriak, melainkan ngomong di dekat orang tuadan kasih isyarat.
  3. Kemudian tidak boleh jalan dengan orang tua di depannya, akan lebih baik jika berjalan di belakangnya.
  4. Jangan mengalahkan orang tua dengan alasan memprioritaskan istri, maupun anaknya.

KKN 12: Istiqomah

Judul : Istiqomah

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 1 November 2018

Bismillah,

 

Konsep tauhid dan keimanan

  • Ketaatan berwujud istiqomah
  • Realisasi melaksanakan perintah Allah ialah istiqomah
  1. QS Fushilat : 30

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu”.

  1. QS Al-Ahqaf : 13

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.

Menurut Abu Bakar As-Sidiq : “yang dimaksud dengan istiqomah yaitu tidak ada perbuatan syirik. Tetap teguh bahwa Allah Rabb mereka”

Istiqomah menurut Ibnu Rajan Al-Hambali :

  • Menempuh jalan yang lurus, tidak tengok kanan dan kiri
  • Mengikuti keburukan dengan kebaikan karena manusia ridak sempurna
  • Unttuk itu dianjurkan untuk bertaubat

 

Didalam HR Ahmad  : “Istiqomah kalian semua, maka kamu tidak mampu”

Istiqomah untuk mentaatinya

  • Akan tercipta kebaika, barangsiapa yang tidak memiliki kebaikan maka usahanya sia-sia

 

Istiqomah hati

  • Ma’rifatullah; mengenal Allah
  • Khauf; takut kepada Allah
  • Roja; berharap hanya takut kepada Allah
  • Menganggungkan Allah

 

Bila hati demikian (istiqomah) maka anggota badan akan mengikutinya. Hati adalah bagaikan Raja dan bada adalah prajuritnya. Jika ingin istiqomah, maka perbaiki “rajanya”, bila baik hatinya maka baik juga amalnya, begitu juga sebaliknya. Tidaklah benar ssorang hingga benar hatinya. Contohnya : Perang muslim seringkali menang walaupun jumlah pasukkan lebih sedikit dari pasukan orang kafir, mengapa? Karena pasukan muslim memiliki mental yang kuat dan menjag hatinya.

 

Tingkatan paling tinggi dalam kaitannya dengan ukhwah ialah mendahulukan saudaranya

 

Istiqomah dalam lisan

Ketika hati kotor maka dapat dilihat dengan tingkah lakunya dan lisannya. Akhlak bergantung pada hati, menggunakan lisan. Berdasarkan HR Tarmidzi “ya Rasul, apa yang harus saya takuti?” Rasul menjawab “yang ditakuti ialah memegang lisan”

 

Contoh Istiqomah

Muhammad, Ibnu Sama’ah

Aku tinggal selama 40 tahun di tempat itu dan tidak pernah luput dari takbir pertama kecuali 1 hari yaitu saat ibu ku meninggal

KKN 11: Mau deket Dia, tapi malu amal masih segini

Judul : Mau deket Dia, tapi malu amal masih segini

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 25 Oktober 2018

Bismillah,

 

Rasulullah SAW bersabda :

Sesungguhnya dari jaraan para nabi terdahulu, jika tidak malu maka berbuatlah sesukamu

Malulah di bagian akhlaknya, maka akan terjaga. Karena malu merupakan warisan para nabi-nabi terdahulu (semua nabi mengajarkan budaya malu). Dengan malu, sesungguhnya akan mendorong dirinya untuk tidak melakukan perbuatan buruk atau meninggalakan perbuatan buruk.

Malu merupakan : Pemberitahuan / kabar hilangnya rasa malu aka melakukan mubah apa saja, kenapa bisa melakukan mubah? Karena tidak malu, sehingga dilakukanlah.

Ada dua macam rasa malu :

  • Rasa malu yang sudah ada dari lahir “Barang siapa yang malu maka dia akan bersembunyi dan dia akan terjaga” – Ummar bin Khattab.
  • Rasa malu setelah mengenal Allah, menjadi malu lewat mengaji. Pemalu yang positif : malu untuk mengerjakan kesalahan kepada Allah.
  1. Terdapat malu yang salah / berlebihan sehingga mampu menahan diri daru sesuatu yang perlu missal berbuat baik juga malu.
  2. Al Khayya’u, minal iman à Malu sebagian dari iman.
  3. Kelemahan dari malu : malu tidak pada tempatnya à selemah-lemahnya iman mengambil duri / sampah di jalan.
  4. Tidak sepantasnya seorang mukmin malu untuk berbuat kebaikan. Malu yang baik ada dua :
  • Malu sebagian dari iman sehingga sesorang enggan melakukan maksiat
  • Malu tidak memanfaatkan kesempatan kebaikan
  1. Buah dari rasa malu :
  • Mampu mengendalikan dari hal-hal yang buruk
  • Al-Waffa: menepati janji

MISS15: Membangun Sikap Optimis

Judul : Membangun Sikap Optimis

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 29 Oktober 2018

Bismillah,

 

  • Orang yang beriman dan berilmu akan memiliki sikap optimis di dalam hidupnya. Karena dengan ilmu yang ia miliki, ia bisa menjadi sabar, ikhlas, bangkit, dan semangat à sehingga selalu optimis.
  • Sebagai contoh ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, kita tidak sepatutnya menjadi tidak optimis. Ketika kita memiliki pengetahuan tentang Surah Al-Baqarah ayat 216, tentu kita menjadi memiliki pikiran yang positif terhadap Allah, dan tentu saja pikiran tersebut membawa kita untuk tetap optimis dalam menghadapi keadaan. “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216).
  • Ilmu lah yang melahirkan sifat optimis.
  • Islam à sangat menganjurkan sikap optimis. Sebagai contoh jika punya mimpi dan cita-cita itu pasang setinggi-tingginya, jangan tanggung-tanggung, begitu juga ketika meminta surga, mintalah surga yang paling tinggi yaitu surga firdaus.

“Di surga itu terdapat seratus tingkatan, Allah menyediakannya untuk para mujahid di jalan Allah, jarak antara keduanya seperti antara langit dan bumi. Karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus, karena sungguh dia adalah surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya ada Arsy Sang Maha Pengasih, dan darinya sumber sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari 2790 & Ibnu Hibban 4611).

 

*sebagai informasi tambahan pintu surga itu ada 8 dan pintu neraka itu ada 7 à hal tersebut menunjukkan bahwa rahmat Allah lebih besar dari murkanya

  • Harapan itu ada dua : Roja’ dan Roghbah.
  • Roja’ à Bentuk pengharapannya
  • Roghbah à Bentuk usaha dari pengharapan yang sudah kita tetapkan seperti pada ayat berikut ini.

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu kepada Kami.” (QS. Al-Anbiya’: 90)

 

*sebagai informasi tambahan, ada dua jenis golongan orang, yaitu pertama ialah orang yang mengedepankan harapan tetapi tidak ada rasa takut dan yang kedua ialah orang mengedepankan rasa takut dan tidak ada harapan. Sebagai orang yang optimis, maka antara harapan dan rasa takut harus seimbang.

*sebagai informasi tambahan Bentuk Roja’ ada tiga, dua diantaranya tercela. Pertama yang terpuji adalah berharap mendapatkan balasan berupa pahala atas segala perbuatan terpuji yang telah dilakukan.  Kedua yang tecela adalah orang yang suka berbuat maksiat kemudian minta ampun, dan setelah itu ia yakin Allah akan mengampuni dosanya. Ketiga yang tercela yaitu seseorang senantiasa berbuat maksiat terhadap Allah, kemudian tanpa ia memohon ampunan ia percaya Allah akan mengampuni dosa, ini adalah harapan yang tercela, hanya angan-angan.

 

  • Benar-benar merealisasikan harapan à ini yang disebut optimis.
  • Dua pondasi yang membangun optimis yaitu Roja’ dan Roghbah, tidak hanya harapan dan juga tidak hanya usaha.

 

KKN 10: Jagalah Dia, Dia Akan Menjagamu

Judul : Jagalah Dia, Dia Akan Menjagamu

Oleh : Ust. Ahmad Alwanto

Tanggal 18 Oktober 2018

Bismillah,

 

Terkait penjagaan Allah SWT, menjadikan kita:

  • Yakin akan penjagaan Allah
  • Tidak takut siapapun, karena yakin perlindungan Allah
  • “Jagalah Allah, pasti Dia akan menjagamu”
  • “Jagalah Allah, Dia senantiasa bersamamu”
  • “Jika kamu memakan sesuatu, mohonlah kepada-Nya
  • “Jika seluruh manusia bersatu memberi kebaikan kepada mu, niscaya mereka tidak akan mampu, kecuali yang Allah tetapkan padamu” à begitu juga sebaliknya.
  • “Kenalilah Allah saat kamu lapang, maka Allah akan mengenalimu saat susah”
  • “Ketahuilah apa yang luput darimu, tidak akan menimpamu, dan apa yang menimpamu, tidak luput darimu, ketahuilah kemenangan seiring dengan kesabaran, jalan keluar seiring dengan cobaan, dan kemudahan seiring dengan kesulitan”
  • Rasulullah menasihati yang terbaik untuk orang-orang dimasa depan, dengan keteladanan, dengan waktu dan cara yang tepat.
  • Menasihati yang baik itu empat mata, hanya dua orang, agar orang lain tidak tahu, apabila menasihati di depan orang-orang akan timbul penyakit hati seperti merasa paling benar diantara orang-orang lain.
  • Menasihati seperti dengan cara dirangkul, dinasihati dengan baik-baik, tidak dengan cara dihardik.
  • Apabila kita akan menasihati orang yang lebih tua bisa dengan minta tolong kepada orang yang umurnya sama atau lebih tua dari orang yang akan dinasihati
  • Jangan melihat-lihat siapa yang memberikan nasihat, siapapun itu apabila nasihatnya tentang kebaikan, maka perlu kita perhatikan dan ambil kebaikannya tersebut
  • Bentuk penjagaan kita terhadap Allah
  1. Berkomitmen terhadap Allah, istiqomah untuk menjalankan peintah Allah
  2. Istiqomah mejauhi larangannya
  3. Tidak melampaui batasan yang dilarang oleh-Nya
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban seorang muslim seperti beriman, menjalankan rukun islam, dan lain-lain.
  5. Mengimani qada dan qadar
  6. Menjaga diri dari kesesatan, tidak syirik terhadap Allah

Kerusakan di lat, keruskan di bumi itu akibat ulan tangan manusia itu sendiri (Ar-Rum ayat 40-41), termasuk musibah bencana alam. Jadi apabiila banyak kesyirikan maka Allah akan murka.

  • Jika sudah komitmen untuk menjga Allah, maka Allah akan :
  1. Menjaga kita dari api neraka dan memberikan surge (Surat Ali-Imran ayat 133)
  2. Menjaga kita selagi di dunia dengan memberikan rasa aman, seperti ketika kita sedang melewati jalan yang biasanya berbahaya, lalu kemudian ada orang yang berdoa kepada Allah agar kita selalu diberi perlindungan, kemudian Allah berikan rasa aman tersebut dan sungguh jalan tersebut menjadi aman, tidak terjadi sesuatu yang berbahaya. Jadi ada kekuatan doa, ketika kita yakin kepada Allah, maka Allah akan memberikannya.
  3. Memberi kemudahan
  4. Rezeki yang tidak disangka-sangka
  • “Jaga masa mudamu, maka Allah akan menjaga masa tua kita.” à taat beribadah selagi muda, manfaatkan waktu untuk Nya
  1. Orang yang berysukur, Allah akan terus menjaganya.