Judul : Sayangi Tenagamu, Berfaedahlah Tiap Hari

Oleh : Ust. Roisudin

Tanggal : 19 April 2018

Bismillah

Meninggalkan hal-hal yang tidak berfaedah itu bisa dari segi ucapan, perbuatan, pendengaran, maupun pengelihatan. Namun, Kita sekarang ini disibukkan dengan hal yang tidak berfaedah, disibukkan dengan mengomentari hal-hal yang bukan kapasitas kita, dan hal-hal lain yang tidak berfaedah lainnya akibat keberadaan media sosial.

Sebagai contoh, kita bisa meninggalkan hal-hal yang tidak berfaedah dengan mengaji. Namun ngaji itu bukan hal yang mudah, ngaji itu berat, tetapi ada yang lebih berat yaitu memahami. Memahami itu berat, tetapi ada yang lebih berat lagi yaitu mengamalkan. Mengamalkan itu berat, namun ada yang lebih berat lagi yaitu istiqomah dalam mengamalkan. Istiqomah itu berat, namun ada yang lebih berat lagi yaitu ikhlas dalam istiqomah.

Apakah sebenarnya Allah memperhatikan atau mengacuhkan hambanya?  Hal tersebut bisa kita lihat dari tanda-tanda seperti apabila kita disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, itu adalah tanda bahwa Allah mengacuhkan kita. Apabila ada satu saat saja waktu yang dilalui tidak untuk beribadah maka ia akan menyesal atau merugi kelak ketika hari kiamat dan barang siapa yang usianya lewat dari 40 tahun, tetapi kebaikan yang dilakukan tidak lebih banyak dari keburukan maka persiapkan diri Anda untuk masuk neraka

Dahulu kita berasal dari alam rahim, sebelumnya alam arwah, selanjutnya dunia. Dunia adalah tempat kita untuk menanam. Artinya kita harus memanfaatkan untuk menanam sebanyak-banyaknya agar kelak di akhirat dapat dipanen sebanyak-banyaknya pula. Namun dalam memanen juga perlu dipilih-pilih mana yang akan berbuah lebih banyak, dan mana yang panen akan kebaikannya lebih banyak.

Setiap hari pasti kita meminta khasanah ke Allah di dunia dan di akhirat, serta jauhi dari api neraka. Apabila khasanah diperoleh sangat banyak baik di dunia maupun di akhirat maka kita akan tenang. Itu alasan mengapa kita setiap hari meminta khasanah daripada pahala.

Berkaitan dengan mengaji, bacalah Al-Quran dengan tartil. Apa sih yang dimaksud tartil? Yang namanya tartil adalah mentajwidkan semua huruf serta tahu kapan dan dimana harus berhenti. Menghafal itu baik, namun alangkah lebih baik lagi apabila bacaannya juga bisa dilakukan dengan benar, termasuk ketepatan lafalnya juga harus benar

Di hari kiamat diperintahkan untuk membaca (iqro), pelan-pelan sebagaimana kalian membaca Al-Quran dengan tartil di dunia. Maknanya adalah kita harus khawatir sudah hafal juz 30 dan 29 misalnya namun bacaannya tidak tartil.

“Toeri mudah tetapi prakteknya susah”.

 

Itulah membaca Al-Qur’an

Bisa juga lihat di channel Youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.

#SayangiTenagamuBerfaedahTiapHari
#KKNKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *