Judul : Tabayyun

Oleh : Ust. Erlan Iskandar

Tanggal : 16 April 2018

Bismillah,

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Surat Al-Hujurat Ayat 6)

Imam Asy Syaukani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan tabayyun adalah memeriksa dengan teliti dan yang dimaksud dengan tatsabbut adalah berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, melihat dengan keilmuan yang dalam terhadap sebuah peristiwa dan kabar yang datang, sampai menjadi jelas dan terang baginya.” (Fathul Qadir, 5:65).

Di zaman nabi yang belum ada internet saja Tabayyun sudah diperintahkan, apalagi di zaman sekarang yang ada begitu banyak berita hoax, yang membuat kita harus meneliti kebenaran dari berita-berita yang ada.

Membuktikan Al-Qur’an itu Syummul

Membuktikan Al-Qur’an syummul  adalah Al-Qur’an bersifat menyeluruh di segala aspek, termasuk dalam hal adab dan etika, yang salah satunya adalah bersikap tabayyun.

  • Al Qur’an pertama diturunkan pada Rasulullah untuk para sahabat (Generasi terbaik)

Jikalau para sahabat yang merupakan generasi Islam terbaik) saja diperintahkan untuk bersikap tabayyun, maka kita yang bukan generasi terbaik dan mempunyai kecenderungan berbuat salah sudah seharusnya bersikap tabayyun dalam kehidupan sehari-hari kita.

  • Yang kita lakukan saat mendengar berita buruk :
  1. Cari udzur sebanyak-banyaknya.
  2. Bersikap TabayyunTabayyun
  • Intinya, Jadikan diri kita sebagai pengacara à untuk saudara kita

Jadikan diri kita sebagai hakim à untuk diri sendiri

  • Sebagai contoh, ada orang yang kebut-kebutan di jalan, maka berikut hal yangharus kita lakukan.
  1. Pertama-tama kita udzur sebanyak-banyaknya

Oh… mungkin kebelet Oh… mungkin buru-buru ke kost mau baca Al-Qur’an

  1. Besoknya baru tabayyun

Kenapa kemaren ngebut-ngebut? Oh… Buru-buru mau syuro penting

Pada QS Al Hujurat ayat 6, disebutkan orang-orang fasik yang membawa berita.

“Orang fasik adalah orang yang melanggar perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerosakan dimuka bumi. Mereka itulah orang yang rugi” (Surat Al Baqarah :27)

 

Fasik dibagi menjadi 2:

  • Besar : Mengeluarkan orang dari islam
  • Kecil : Tidak akan membuat orang keluar dari islam

Orang yang berbuat fasik disebut Munafik, yakni orang yang menentang Allah

Maka dari itu, dalam bersikap tabayyun, lebih baik kita tidak mendengar sesuatu yang buruk tentang saudara kita, dan lebih banyak memaklumi daripada menghukumi.

Rekaman kajian juga bisa disimak di channel youtube kami :

jangan lupa di like dan subcribe ya… :”))

.
.
#Tabayyun
#MISSKMT
#KMT1439H
#BersamaMenujuKeshalihanPribadiDanSosial
.
.
.
Stay tune with us :
Laman resmi : kmt.ft.ugm.ac.id
Line : ixi0102z
Instagram : @kmt_ugm
Facebook : KMT FT UGM
Youtube : KMT FT UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *