Oleh : Ust.Muhammad Al Hafidzh

Bismillahirrahmaanirrahiim
Diawali dengan Q.S Ibrahim ayat 7:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu),maka pasti azab-Ku sangat berat””
Menjadi anak, remaja, dan orang tua yang saleh/ah adalah dambaan manusia pada umumnya.
Orang tua kita sering memanjatkan do’a untuk kita yang tercatat dalam Q.S Al-Furqan;74
“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati(kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”
Lalu, sebenarnya apa itu Saleh?
Secara etimologi, saleh berasal dari bahasa arab, “Solluha, Yasluuhu, Soliihan” yang artinya baik, tak rusak, tak cacat.
Menurut KBBI , Saleh artinya taat dan sungguh-sungguh dalam ibadah sesuai dengan ajaran agama.
Di dalam makna Saleh sebenarnya sudah tercakup kesalehan pribadi (Hablumminallah) dan kesalehan sosial(Hablumminannaas).
Q.S Ali Imran ayat 113-114 :
“Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (salat) [13] Mereka beriman kepada Allah dan hari akhir, menyuruh (berbuat) yang makruf ,dan mencegah dari yang mungkar dan bersegera (mengerjakan) berbagai kebajikan. Mereka termasuk orang-orang yang Saleh.[14]”
Ciri-ciri orang saleh menurut ayat di atas ialah, orang yang:
1. Membaca surah pada malam hari
Menurut mufasir, malam hari yang dimaksud adalah setelah qiyamul lail.
lebih bagus jika kita membaca Al-Quran sampai kita menangis, jika tidak bisa menangis, paksa diri kita agar menangis, atau pura-puralah menangis, atau menangislah karena kita tidak bisa menangis.
Dengan merutinkan hal tersebut, sikap kita dalam kehidupan sehari-hari pun akan terkena efeknya. Salah satu parameternya yaitu, lisan kita yang tidak mudah menyakiti hati orang lain. InsyaaAllah.
2. Mendirikan Shalat Malam (Qiyamul lail)
Sudah banyak cerita orang hebat yang selalu salat malam. Misalnya Salahudin Al-Ayyubi, Seorang Sultan Mesir. Pada masanya , terjadi Perang Salib. Di malam hari, beliau berkeliling ke sekitar tenda prajuritnya. Orang-orang yang bangun untuk mendirikan salat ia pilih untuk berada di barisan terdepan saat perang, dengan itu kemenangan dapat diraih.
Cerita lainnya datang dari Muhammad Al-Fatih, sang penakluk Konstantinopel. Beliau tak pernah sekalipun meninggalkan salat qiyamul lail sejak aqil baligh hingga ia dipilih mengimami salat jumat sebelum penaklukan.
3. Beriman pada Allah dan hari akhir
4. Berbuat amar ma’ruf dan nahi munkar
5. Bersegera dalam melakukan kebaikan
Orang Saleh selalu bersegera dalam melakukan kebaikan, yaitu melakukan semua yang diperintahkan dalam Al-Quran dan Hadits serta bersegera untuk memohon ampunan Allah SWT.
Ayo berusaha menjadi orang saleh 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *