MISS 4 : Mantap Dengan Islam

Oleh : Ustadz Amir Ash Shoronji

Sebagian orang menganggap bahwa dengan kekayaan yang Allah beri kepadanya (kemewahan, jabatan) adalah tanda bahwa Allah mencintainya dan kemiskinan itu adalah tanda Allah menghinakan dirinya. Namun, kenyataannya bukan seperti itu seperti yang Allah Ta’ala jelaskan dalam surat Al Fajr : 11-15.

Tanda Allah mencintai seseorang adalah memberikan dia Islam dan Iman.

“Sesungguhnya Allah berikan dunia kepada orang orang yang Allah cintai dan tidak, namun Allah tidak memberikan Iman kepada orang yang tidak dicintai-Nya”.

Allah akan memberikan hidayah kepada org yg dikehendaki-Nya. Kewajiban kita adalah mensyukuri nikmat yang telah diberi.

Cara mensyukuri nikmat iman : Bahwa agama islam adalah agama yg haq, jika ragu atau membetulkan agama lain maka harus diulang syahadatnya.
-Semua agama para nabi dan rasul adalah Islam, yg berbeda adalah syariatnya.
-Setiap agama yang mengajak untuk menyembah Allah semata adalah agama Islam. Ketika Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam diutus Allah maka beliau menghapus seluruh agama-agama sebelumnya.
-Pengikut para rasul, mereka adalah org muslim pada zaman mereka. Orang-orang nasrani, mereka adalah orang Islam pada zaman Nabi Isa. Orang-orang yahudi, mereka adalah orang Islam pada zaman Nabi Musa. Orang nasrani dan yahudi sekarang wajib beriman kepada nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, kalau tidak maka mereka dianggap sebagai orang kafir.

“Barang siapa yg ingin mulia tetapi tidak Islam maka dia tidak akan mulia”

Maka luangkan waktu utk belajar agama lalu diamalkan.
“Ilmu tanpa amal seperti pohon tanpa buah”

Silakan tonton kajian melalui youtube atau unduh rekaman kajian.

Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sebagian dari kita mungkin berpendapat bahwa belajar ilmu dunia tidak sejalan dengan tugas kita sebagai hamba Allah Ta’ala, yaitu beribadah kepada-Nya. Namun apa jadinya jika umat Islam sendiri enggan untuk menuntut ilmu dunia?

Mempelajari ilmu dunia dalam Islam asalnya adalah diperbolehkan dan tidak masalah, apalagi dalam beberapa perkara dibutuhkan kesepakatan dari para pakar, dan umat Islam tidak boleh hanya berdiam diri sedangkan perkara-perkara tersebut sepenuhnya diserahkan kepada non muslim.

Diceritakan, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam pernah mendapati para sahabat melakukan perkawinan silang terhadap pohon-pohon kurma, awalnya beliau tidak setuju dengan cara tersebut, namun setelah pohon itu berbuah dan menghasilkan buah kurma yang unggul, Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat, “Kenapa kalian mendapat hasil panen seperti ini?” kemudian sahabat pun menjawab, “bukankah dulu Engkau ada masalah dengan perkawinan silang untuk kurma?” Nabi Shallallahu’alaihi wa Sallam membalas “wa antum a’lamu bi amri dunyakum”, (wahai para sahabat, untuk masalah dunia kalian lebih paham).   (HR.  Muslim 4358)

Orang-orang yang tidak mempelajari ilmu dunia mungkin beranggapan jika alkohol untuk antiseptik adalah haram, namun hal tersebut adalah salah kaprah karena alkohol memiliki berbagai macam dan fungsi (dalam ilmu kimia alkohol adalah senyawa yang mengandung gugus C2H5OH dan OH), alkohol dikatakan memabukkan ketika membuat orang yang mengonsumsinya menjadi hilang kesadaran dan timbul rasa nikmat atau sakau. Jika alkohol secara universal ditinggalkan oleh umat Islam, niscaya umat Islam akan tertinggal, misalnya dalam bidang kedokteran. Imam Syafi’i pun mewajibkan umat Islam untuk belajar ilmu dunia, sebagaimana yang ia nasihatkan, “Jangan sekali-kali kamu tinggal di suatu negara atau tempat yang disana tidak ada ulamanya sebagai tempat kamu meminta fatwa, dan juga tidak ada tabib (dokter) sehingga kalian tidak bisa berobat”.

Namun meskipun memiliki tugas untuk mempelajari ilmu dunia, seorang muslim juga tidak boleh mengabaikan ilmu akhirat. Allah berfirman dalam surat Ar Rum ayat 7 :

Arrum 7

 

 

 

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.

Setiap manusia mempunyai pilihannya masing-masing, ia dapat mencari kesibukan dengan berbagai macam hal. Namun tetap menjadi keharusan bagi setiap muslim untuk senantiasa menuntut ilmu agama.

Manfaat yang bisa kita dapatkan ketika belajar dalam sebuah majelis antara lain:

  1. Menjaga ilmu yang sudah dimiliki dan menambah keistiqomahan dalam belajar
  2. Bertemu dengan teman-teman yang sama-sama belajar, sehingga semangat belajar semakin bertambah
  3. Mencegah hilangnya ilmu

Agar masa kuliah kita tidak rugi, maka sebaiknya kita melakukan hal-hal berikut:

  1. Mempelajari bahasa Arab
  2. Menghadiri majelis ilmu paling tidak sepekan sekali, majelis tersebut tidak terbatas pada bahasan tematik namun alangkah lebih baik juga membahas kajian kitab, sehingga kita dapat belajar agama dari akarnya.
  3. Me-manage­ waktu dengan baik, inti dari manajemen waktu sendiri adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana yang Rasulullah sabdakan, “tanda kebaikan Islam seseorang ia tinggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya”
  4. Menyenangkan orang tua dengan kuliah yang baik, tidak hanya memberikan hasil belajar yang baik namun juga bersikap dengan akhlak yang terpuji kepada kedua orang tua.

Silakan tonton kajian melalui youtube atau unduh rekaman kajian.

Oleh: Ustadz Ahmad MZ

Akal yang sehat mengatakan bahwa ada yang menciptkan makhluk.
Secara fitrah, setiap diri diciptakan oleh sang Khaliq yaitu Allah Ta’ala.

Bagaimana akan rindu, Bagaimana akan cinta, bila tak kenal?
Seperti yg telah difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al-Fatihah ayat 2 :

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Makna dari ayat diatas adalah :
Alhamdu : Pujian terhadap suatu kebaikan
Rabb : Salah satu nama Allah yg indah, pemilik yg mengatur urusan hambaNya
Al-‘amin : Manusia bagian dari alam

Allah adalah zat yg memiliki, zat yg mengatur makhluk & seluruh alam, zat penguasa dan pemelihara.
Kenali Allah dari ayat Qauliyah dan Kauniyah.
Berikut beberapa surat yg berkaitan dengan mengenal sang Khaliq:
Surat Al-A’raf : 54
-> Hanya milik Allah hak mencipta.
Surat Al-Baqarah : 29
-> Allah menciptakan apapun dimuka bumi untuk manusia.

Orang kafir terdahulu (zaman jahiliyah) hanya mengakui Allah sebagai pencipta namun belum mengesakan Allah.
Surat Luqman ayat 25: konsekuensi mengenal Allah dengan cara mentauhidkanNya atau mengesakanNya.

Mengapa kalian tak Bertaqwa?

أَفَلَا تَتَّقُونَ؟

Bahwa telah banyak nikmat yg Allah berikan maka tegakkan ibadah kepada Allah Ta’ala
Orang Sombong –> Tidak mau Ibadah.

Gerhana matahari merupakan kehendak Allah, bukan sekedar peristiwa alam, yang bertujuan untuk memberi rasa takut kepada manusia dan merupakan salah satu cara untuk mengingat Allah.

Merdekalah Diri!
Kita adalah budak Allah
Jangan jadi budak Dunia.

Oleh: Ustadz Ahmad M.Z

Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling mulia tanpa harus kita meminta untuk diciptakan sebagai manusia. Hal tersebut terkandung dalam surat At-Tin : 4 yang berbunyi sebagai berikut :

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ -٤

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik baiknya.” (Qs. At-Tin : 4)

Sudah seharusnya kita bersyukur atas segala nikamat yang telah diberikan oleh-Nya. Fitrah manusia adalah mencari siapa yang menciptakan kita dan apa tujuan-Nya menciptakan kita. adapun sebagai seorang muslim, Allah SWT menjelaskan tentang tujuan diciptakan manusia dalam firmannya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ -٥٦

“Tidakkah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat : 56)

Dalam ayat tersebut telah dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dan jin tidak lain adalah untuk Beribadah kepada Allah. Secara bahasa, Ibadah berarti perendahan diri, ketundukan dan kepatuhan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau rahimahullah mengatakan, “Ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya, baik berupa perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) maupun yang nampak (lahir). Maka shalat, zakat, puasa, haji, berbicara jujur, menunaikan amanah, berbakti kepada kedua orang tua, menyambung tali kekerabatan, menepati janji, memerintahkan yang ma’ruf, melarang dari yang munkar, berjihad melawan orang-orang kafir dan munafiq, berbuat baik kepada tetangga, anak yatim, orang miskin, ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal di perjalanan), berbuat baik kepada orang atau hewan yang dijadikan sebagai pekerja, memanjatkan do’a, berdzikir, membaca Al Qur’an dan lain sebagainya adalah termasuk bagian dari ibadah. Begitu pula rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, takut kepada Allah, inabah (kembali taat) kepada-Nya, memurnikan agama (amal ketaatan) hanya untuk-Nya, bersabar terhadap keputusan (takdir)-Nya, bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, merasa ridha terhadap qadha/takdir-Nya, tawakal kepada-Nya, mengharapkan rahmat (kasih sayang)-Nya, merasa takut dari siksa-Nya dan lain sebagainya itu semua juga termasuk bagian dari ibadah kepada Allah.”

Agar ibadah kita bisa diterima maka kita harus memenuahi 3 persyaratan yaitu :

1. Muslim (beragama islam) ”Barang siapa mengambil agama selain islam maka amalanya tidak akan diterima dan diakhirat termasuk orang yang merugi”

2. Ikhlas. Semua ibadah yang dilakukan harus dilandasi dengan rasa ikhlas. “Janganlah memperdulikan perhatian orang atau tidak. Meskipun malas atau sedih” yakni mempersembahkan ibadah semata hanya untuk Allah Ta’ala

3. Tata cara beribadah harus benar, yakni sesuai yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wa Sallam, “Shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat” (Hadits Riwayat Bukhari)

Download :